11 Hari 4 Warga Tewas Jebakan Tikus Listrik, Bupati Ngawi akan Sanksi Kades

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 20 Des 2020 14:48 WIB
Lagi, lagi dan lagi. Jebakan tikus listrik di Ngawi menelan korban jiwa lagi.
Warga Ngawi tewas tersetrum jebakan tikus listrik (Foto: Istimewa)
Ngawi -

Berkali-kali jebakan tikus listrik di Ngawi menelan korban. Dalam 11 hari, mulai 8 hingga 19 Desember 2020, sudah ada 4 orang tewas terkena jebakan tikus listrik.

Terakhir, warga Dusun Jati Dua, Desa Gandri, Kecamatan Pangku, ditemukan tewas terkapar di sawahnya pukul 10.00 WIB, Sabtu (19/12/2020). Korban bernama Ruslan (60) pamit ke sawah untuk melihat jebakan tikus yang dibuatnya sejak Jumat (18/12) malam. Kondisi korban diketahui pertama kali oleh Agus (36), tetangga korban yang kebetulan ke sawah.

Bupati Ngawi angkat bicara soal banyaknya korban tewas gegara jebakan tikus. Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang akan memberikan sanksi bagi kades yang lengah jika ditemukan warganya masih nekat memasang jebakan tikus listrik.

"Kalau mereka (Petani pasang jebakan tikus listrik) atas pengetahuan kades, kades kita sanksi,"ujar Kanang sapaan akrab saat dihubungi detikcom, Minggu (20/12/2020).

Kanang menaku saat ini petani secara diam-diam tanpa sepengetahuan kades dan perangkat desa lain memasang jebakan tikus listrik. Pemkab Ngawi melalui Dinas Pertanian juga telah sering sosialisasi pembasmian hama tikus dengan ramah lingkungan.

"Kita sudah sering sosialisasi tentang bahaya listrik, dan agar dengan burung hantu cara alami membasmi tikus, tapi ada anggapan kurang efektif oleh petani hingga milih pakai listrik," katanya.

Apa solusi Pemkab Ngawi soal peristiwa ini, berikut penjelasannya.