MA-Mujiaman Sebut Gugatan Pilwali Surabaya ke MK Bukan Soal Menang-Kalah

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 18:07 WIB
machfud arifin-mujiaman
Foto: Faiq Azmi/File
Surabaya -

Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 02, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno menggugat kecurangan di Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Machfud-Mujiaman menggugat bukan karena persoalan menang kalah.

"Menang atau kalah adalah hal yang biasa dan terlalu kecil untuk diperdebatkan. Kami ingin menjadikan perjuangan di MK sebagai warisan (legacy) untuk menjadikan demokrasi yang lebih baik untuk ke depannya," ujar Cawali Machfud Arifin di Posko Pemenangan Machfud-Mujiaman, Kamis (17/12/2020).

Machfud menegaskan dirinya menggugat agar ada keadilan. Bahwa di Pilkada Surabaya, ada persoalan kecurangan yang terstuktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Kecurangan TSM yang terjadi secara kasat mata dan tidak bisa saya biarkan begitu saja. Di mana keterlibatan ASN, itu saja, bukan menang kalah, ini demi demokrasi yang akan datang, legacy. Dan Kita fokus pada TSM yang dilakukan pihak penguasa saat ini. Itu yang kita gugat," terangnya.

Selain itu, lanjut Machfud, pihaknya mengambil langkah membawa sengketa Pilkada Surabaya ke MK atas dorongan serta keinginan konstituennya, yang telah memberikan hak pilihnya dalam Pilkada Surabaya 2020, 9 Desember lalu.

Mantan Kapolda Jatim ini menilai proses sengketa di MK saat ini tidak melulu soal angka yang digugat. Melainkan juga mencari keadilan bagi paslon yang dirugikan.

"Langkah gugatan ini, atas banyak dorongan dan saya pertanggungjawabkan ke 451 ribu pemilih saya. Ini menunjukkan gugatan kita," terangnya.

"MK sekarang ada perubahan. Sistem sekarang tidak sekadar jumlah angka, yang lebih ditekankan adalah keadilan substansial. Jadi Tidak karena selisih jauh, tidak bisa gugat. Inilah perubahan di MK saat ini. Saya hormati dan luar biasa, supaya ada proses keadilan dalam pemilu di Indonesia ini," pungkasnya.

(iwd/iwd)