Sebut Pilwali Surabaya Penuh Kecurangan, Machfud-Mujiaman Gugat ke MK

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 16:43 WIB
machfud arifin-mujiaman
MA-Mujiaman akan melaporkan kecurangan Pilwali Surabaya ke MK (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 02, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno akan menggugat kecurangan di Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Machfud-Mujiaman dinyatakan kalah oleh KPU Kota Surabaya.

"Rekapitulasi sudah selesai. Saya mengambil sikap. Kami akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," ujar Cawali Machfud Arifin di Posko Pemenangan Machfud-Mujiaman, Kamis (17/12/2020).

Machfud menyebut Pilkada 2020 ini terdapat banyak kecurangan yang dilakukan penguasa di Surabaya. Bahkan, Machfud menyebut kecurangan dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Proses pelaksanaan pemilihan pilwali yang saya rasakan ada kecenderungan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif. Bahwa ada perlakuan penyelenggara dan penguasa yang berkuasa saat ini melakukan pelanggaran kuat TSM," tegasnya.

Machfud menjelaskan alasan pihaknya menggugat ke MK bukan soal ingin menang atau kalah. Tetapi memberi legacy, bahwa pesta demokrasi harus bersih.

"Bukan menyangkut soal menang kalah. Persoalan ke MK bukan menang dan kalah, kami ingin meninggalkan legacy bahwa demokrasi di Surabaya yang sudah dicanangkan oleh penyelenggara yaitu Surabaya hebat, bermartabat, ini yang kami tuntut ke MK. Perlakuan yang dilakukan penyelenggara dan yang berkuasa saat ini melakukan pelanggaran TSM," tegasnya.

Machfud juga mengucapkan terima kasih kepada 451 ribu lebih pemilih yang memilih dirinya dalam Pilwali Surabaya 2020.

"Saya ucapkan terima kasih mendapat suara pemilih 451 ribu lebih. Ini yang saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pemilih saya," pungkas Machfud.

(iwd/iwd)