Kasus COVID-19 di Pengadilan Negeri Banyuwangi Masuk Klaster Perkantoran

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 19:08 WIB
Tak hanya Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi, kantor Pengadilan Negeri (PN) setempat juga di-lockdown. Sebab, ada 9 pegawainya yang positif COVID-19.
Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Kasus COVID-19 klaster perkantoran kembali muncul di Banyuwangi. Salah satunya Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Kantor peradilan umum ini dua kali ditutup atau lockdown karena pegawainya terpapar COVID-19. PN Banyuwangi ditutup pertama kali tanggal 18 November lalu. Saat itu ada salah satu hakim yang terpapar COVID-19.

Kemudian mulai hari ini hingga 18 Desember mendatang juga dilakukan penutupan. Sebab ada 9 pegawainya yang positif COVID-19.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, penutupan dilakukan selama 7 hari ke depan. "Kita merekomendasikan sebenarnya Hari Senin (14/12) sudah bisa buka, tapi itu kebijakan PN Banyuwangi," ujarnya kepada detikcom, Kamis (10/12/2020).

Rekomendasi penutupan, kata pria yang akrab dipanggil Rio ini, agar dilakukan sterilisasi gedung PN. "Sudah kita rekomendasikan agar ditutup dulu untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Pekan depan sudah bisa dibuka lagi," imbuhnya.

Menurut Rio, kasus COVID-19 di PN Banyuwangi ini sudah masuk kategori klaster perkantoran, karena telah menulari lebih dari satu orang di satu tempat.

"Iya, masuk kategori klaster," pungkasnya.

(sun/bdh)