Debat Pilwali Surabaya 2020

IPKM Surabaya Masih Rendah, Eri-Armuji Punya Langkah Ini

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 22:45 WIB
debat ketiga pilwali surabaya
Eri Cahyadi-Armuji (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Kota Surabaya disebut rendah. Data yang ada, IPKM Surabaya menempati posisi ke-19 di Jawa Timur dan urutan 108 secara nasional.

Pasangan Calon nomor urut 1 di Pilwali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji mengatakan sejak dahulu Surabaya selalu memprioritaskan masalah kesehatan. Namun jumlah penduduk yang banyak, diduga menjadi salah satu faktor rendahnya IPKM.

"Kenapa jumlah indeksnya rendah, kita harus tahu di Surabaya jumlah penduduknya jauh lebih banyak daripada Kota Kediri. Tapi insyaallah dibandingkan dengan jumlah yang sedikit, perbandingannya adalah jumlah penduduk yang ada. Tapi kami tetap akan menjadi yang nomor satu dalam mengatasi masalah kesehatan," kata Eri saat Debat Publik Ketiga di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (5/12/2020).

Tak hanya itu, Eri mengatakan Surabaya juga pernah mendapat penghargaan tentang penanganan stunting. Dia menyebut penghargaan ini merupakan bukti Surabaya peduli pada kesehatan masyarakat.

"Saya sampaikan Surabaya ini menjadi kota yang hebat, bahkan kemarin sudah mendapatkan penghargaan terhadap pelayanan stunting. Tadi kita juga sampaikan IPKM ibu hamil, salah satu fasilitas kesehatan yang dicover BPJS sehingga siapapun yang melahirkan di Kota Surabaya sudah dicover," papar Eri.

Eri juga berkomitmen memberikan komisi tambahan pada bunda Posyandu yang selama ini membantu penanganan ibu hamil hingga balita.

"Insyaallah kita juga sampaikan di visi untuk menambahkan pendapatan pada bunda Posyandu dan sehingga 1.000 hari pertama pada balita bisa dipantau. Tadi kita sampaikan ketika membutuhkan pelayanan, kita hadir di sana sekaligus kita juga memberikan makanan tambahan, karena tadi kita sampaikan Puskesmas selalu hadir pelayanannya dan seluruh peserta BPJS dicover," pungkasnya.

(hil/iwd)