Ini Kata Ahli Epidemiologi Unair Soal Kembali Meningkatnya Kasus COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 20:23 WIB
Epidemiolog Dr dr M Atoillah Isfandi MKes
Epidemiolog Dr dr M Atoillah Isfandi MKes (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Kasus COVID-19 kembali tinggi di Indonesia. Beberapa hal menjadi pemicunya seperti pasca long weekend dan masyarakat yang mulai mengabaikan protokol kesehatan.

Terlebih pada Desember ini akan ada liburan akhir tahun, cuti bersama, Nataru, dan pilkada serentak yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan penyebaran virus.

Menurut Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr dr M Atoillah Isfandi MKes, kenaikan kasus COVID-19 perlu diwaspadai. Namun bukan berati kelonjakan kasus itu sebagai penanda utama puncak pandemi di Indonesia.

Hal ini terjadi karena data atau akumulasi kasus harian Indonesia yang tidak real time dan kurang valid. Laporan harian yang diumumkan harusnya kasus yang dilaporkan dan bertambah pada hari itu, sedangkan di Indonesia data yang dihimpun mengikuti arus laporan daerah yang seringkali mekanismenya berbeda satu sama lain.

"Jawa Timur sendiri sering mengalami tarik ulur data yang mengganggu akumulasi data nasional. Seringkali data yang dihimpun dalam bentuk 'cicilan' yang tidak setiap hari disetor. "Ada banyak alasan, seperti agar terlihat stabil. Tapi hal tersebut akan sangat merugikan dalam pengambilan keputusan. Harus diingat kalau keputusan yang tepat datang dari data yang tepat dan valid," kata Wakil Dekan II FKM Unair ini, Rabu (2/12/2020).

Athoillah mengatakan perbedaan data antara daerah dan pusat juga sering terjadi akibat perdebatan asal kasus positif. Hal tersebut umumnya terjadi saat pasien positif memiliki domisili, daerah asal, atau tempat perawatan yang berbeda-beda.