Dua Siswa SMAN 1 Kota Blitar Positif COVID-19, Sekolah Ditutup Sementara

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 19:29 WIB
sman 1 kota blitar
SMAN 1 Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Dua siswa di SMAN 1 Kota Blitar terpapar Corona. Pihak sekolahpun memutuskan menutup sekolah dan Satgas COVID-19 mengevaluasi kondisi ruangan untuk tatap muka.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Blitar, Johan Edy Prastiwo mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi ada keluarga siswanya terpapar virus Corona sejak Jumat (27/11). Namun baru mengetahui jika kedua siswanya juga terkonfirmasi positif COVID-19 baru pada hari Sabtu (28/11).

"Informasi dari satgas mereka terpapar dari keluarganya. Yang satu siswa kelas 10, satunya lagi siswa kelas 12. Sejak Jumat itu kami telah meminta keduanya tidak datang ke sekolah," kata Johan dikonfirmasi detikcom, Rabu (2/12/2020).

Kedua siswa itu, lanjut Johan, merupakan warga Kecamatan Sananwetan. Yang satu tinggal di Jalan Kalimantan, satu lainnya tinggal di kawasan Kelurahan Rembang.

Johan menilai menutup sekolah untuk sementara waktu adalah jalan terbaik bagi semuanya. Utamanya menepis kekuatiran para wali murid yang tidak ingin anak mereka kontak dengan siswa yang terkonfirmasi positif.

"Apalagi saat ini saatnya Penilaian Akhir Semester (PAS) yang bisa dilaksanakan secara online. Setelah itu terima raport dan libur akhir semester. Jadi menurut kami tidak masalah jika sekolah ditutup dulu sementara. Karena proses pembelajaran tetap bisa dilaksanakan secara daring," jelasnya.

Johan mengaku telah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Blitar. Namun pihaknya belum mengetahui, kapan sekolah akan dibuka kembali.

Sementara, Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan dua siswa SMAN 1 Kota Blitar yang terkonfirmasi positif Covid-19 terpapar dari orang tuanya. Orang tua mereka bekerja di lingkup dinas Pemkab Blitar.

Menurut Hakim, ada beberapa ruangan yang dievaluasi sarananya agar siswa lebih aman belajar di sekolah. Seperti ruang laboratorium yang perlu diberi sekat dan jarak agak jauh antara meja satu dan lainnya.

Rencananya, Satgas akan melakukan tes swab terhadap guru dan siswa yang kontak erat dengan dua siswa positif COVID-19.

"Kami masih koordinasi dengan sekolah untuk melakukan tes swab terhadap guru dan siswa yang kontak erat," pungkasnya.

(iwd/iwd)