Antisipasi Overload RS, Satu Puskesmas di Blitar Disiapkan Jadi Rujukan

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 15:02 WIB
Jubir Satgas COVID-19 Pemkab Blitar Krisna Yekti
Jubir Satgas COVID-19 Pemkab Blitar Krisna Yekti (Foto: Erliana Riady/File)
Blitar -

Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar dalam posisi siaga. Ini karena tambahan kasus baru paparan Corona cenderung meningkat tajam. Satu puskesmas disiapkan sebagai rujukan penanganan pasien baru.

Data Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, kenaikan kasus baru mulai terjadi sejak dua pekan lalu. Rata-rata ada tambahan sebanyak 10 pasien terkonfirmasi positif dalam sehari.

Sementara hanya tiga di wilayah Kabupaten Blitar rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 dengan kapasitas ruang isolasi yang sangat terbatas. Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dengan kapasitas 38, RS Srengat dengan 8 ruangan isolasi dan RS Medika Utama dengan 17 ruang isolasi. Selain itu, rumah sakit rujukan yang berada di wilayah Kota Blitar, yakni RSUD Mardi Waluyo dengan 13 ruang isolasi.

"Ini semua penuh dan hanya tinggal RS Srengat yang masih bisa menerima pasien. Itupun tinggal enam tempat tidur. Lainnya sudah penuh," kata Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti dikonfirmasi detikcom, Selasa (1/12/2020).

Krisna menambahkan, pihaknya menunggu perkembangan tambahan kasus baru. Jika jumlah kasus baru belum juga turun, Pemkab Blitar telah menyiapkan satu puskesmas untuk rujukan penanganan pasien Corona.

"Yang sudah kami SK-kan untuk rujukan penanganan COVID-19 di Puskesmas Sutojayan. Ada 18 ruangan isolasi yang sudah dipersiapkan," imbuhnya.

Krisna tidak menampik jika beberapa rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Blitar itu tidak hanya merawat warga Blitar saja. Namun juga beberapa warga yang tinggal berdekatan dengan Blitar, baik kota maupun kabupaten.

"Kami tiap hari koordinasi, mana rumah sakit yang masih bisa menerima pasien kasus baru. Saling mendukung antara daerah satu dengan lainnya. Ya yang dari Malang, Kediri, Tulungagung itu terutama. Mana yang kosong itu yang kami jadikan rujukan," pungkasnya.

(iwd/iwd)