Sejumlah Pejabat Pemkab Blitar Positif COVID-19, 3 OPD Ditutup

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 11:41 WIB
kantor bupati blitar
Kantor Bupati Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Paparan virus Corona di Dinas Kominfo membuat satgas melakukan tracing ke beberapa OPD lainnya. Hasilnya, ada beberapa pejabat di Pemkab Blitar juga terkonfirmasi positif COVID-19.

Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, pejabat yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu adalah Kepala Kominfo, Kepala DLH, Asisten Pemkab dan Kabag Keuangan Setkab Blitar.

Selain itu juga ada dua staf Disnsos dan dua staf Dinas Koperasi dan UMKM yang terpapar Corona. Namun tracing awal dilakukan, ketika ada satu staf kominfo yang bergejala dan terlebih dahulu diketahui terkonfirmasi positif COVID-19.

"Tracing dilakukan setelah ada staf kominfo yang positif. Kebetulan habis acara rapat virtual Smart City dalam satu ruangan di call center itu di swab semua. Lalu merembet ke semua kontak erat di OPD lain dan empat pejabat terkonfirmasi positif," jawab Krisna saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (2/12/2020).

Krisna menambahkan hasil swab juga menemukan selain tiga staf kominfo ada tambahan 2 staf lain ikut terpapar. Jadi yang dari Diskominfo total ada Kepala Kominfo dan 5 staf. Kemudian di DLH, selain Kepala DLH, dua anggota keluarganya juga terpapar Corona. Kemudian keluarga Kepala BKAD juga terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kami sudah lakukan testing massal, termasuk kepada Pjs Bupati Blitar. Dan Alhamdulillah hasilnya negatif," imbuhnya.

Beberapa pejabat Pemkab Blitar yang terkonfirmasi positif itu, lanjut Krisna, kondisinya cukup baik. Karena mereka tergolong orang tanpa gejala atau asimptomatik. Namun untuk memutus rantai penyebarannya, mereka tetap diisolasi di gedung LEC Pemkab Blitar.

"Ada tiga OPD yang kami lockdown, yakni kominfo, dinsos, dan dinas koperasi. Kalau yang di setkab hanya satu ruangan yang kami tutup untuk general cleaning," ungkapnya.

Menurut Krisna, meluasnya paparan di jajaran staf dan pejabat Pemkab Blitar karena semua aktivitas perkantoran sudah berjalan normal. Padahal, di zona yang masih oranye, jumlah orang yang ada di dalam ruangan harus menyesuaikan prokes.

Krisna berharap Pemkab Blitar kembali melakukan sistem kerja secara bergantian. Yakni menerapkan sistem shift atau WFH secara bergantian dan berkala.

"Kami juga meminta pemerintah membatalkan libur panjang. Lonjakan kasus yang terjadi hari ini, itu efek libur panjang kemarin. Saya meminta, akhir tahun ini libur panjang dibatalkan saja, biar tidak semakin menambah banyak pasien yang terpapar Corona," pungkasnya.

(iwd/iwd)