Detik-detik Satu Keluarga di Banyuwangi Terseret Arus Sungai

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 23:17 WIB
Hujan deras mengguyur Bojonegoro sore tadi. Ratusan rumah di beberapa kecamatan kebanjiran.
Petugas di lokasi satu keluarga di Banyuwangi terseret arus sungai/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Satu keluarga di Banyuwangi terseret arus sungai saat berwisata. Berikut ini detik-detik peristiwa menyedihkan itu.

Mereka berwisata di Sungai Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

Satu keluarga itu berasal dari Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi Kota. Mereka terdiri dari seorang pria bernama Mario Wahyudi Octavian (38) dan istrinya Linda Swantika (31). Sedangkan tiga anak mereka yakni Kenzie Jagat Tirta (9), Almera Raisa Hanum (3) dan Raden Adipati Wirabumi (1).

Mario tak menyangka tujuan berwisata berakhir tragis. Dirinya harus kehilangan istri dan anak bungsunya. Saat kejadian, Mario mengaku sempat menyelamatkan istri dan anak bungsunya. Namun air besar menerjang kembali anak dan istrinya itu.

Mario pun menceritakan detik-detik saat air bah menerjang keluarganya. Saat itu dia bersama dua anaknya, yakni Kenzie dan Almera tengah mandi di sungai sekitar Jembatan Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Sementara istrinya bersama sang anak bungsu menunggu di bawah jembatan.

"Setelah mandi dan bilas, hujan deras turun. Karena saya bawa anak kecil, istri saya tidak ikut mandi. Jadi berteduh di bawah jembatan," ungkap Mario, kepada wartawan, Minggu (29/11/2020).

Mario meminta kedua anaknya naik ke atas karena khawatir aliran sungai membesar. Namun tiba-tiba air bah datang dan menerjang satu keluarga tersebut. Mereka pun terseret air bah, hingga jatuh ke air terjun di bawah jembatan dengan ketinggian sekitar 20 meter.

"Saya suruh ke atas. Karena anak saya yang laki-laki masih mandi. Tiba-tiba air bah langsung datang, tanpa aba-aba. Biasanya kan ditandai air keruh dulu, ini langsung datang besar gitu saja. Kita jatuh di air terjun setinggi 20 meter. Itu batu semua," ungkapnya.

Saat itu, Mario langsung menyelamatkan istrinya yang tengah menggendong sang putra bungsu. Kemudian setelah dianggap baik-baik saja, Mario mengaku mencoba menyelamatkan dua anaknya yang lain.

"Alhamdulillah saya sadar saya pegang istri saya. Istri saya sempat berdiri dan anak saya yang nomer satu, yang laik-laki," jelasnya.

"Anak saya yang kedua, yang perempuan belum muncul. Baru muncul 15 detik kemudian. Saya berasumsi istri saya sudah kuat karena sudah berdiri sambil gendong anak saya terakhir. Akhirnya saya menolong anak kedua saya, sembari memegang anak pertama," tambahnya.

Setelah menggapai anak keduanya, Mario lantas membawa kedua anaknya tersebut ke bibir sungai. Namun ternyata, istri serta anak bungsunya sudah hilang saat dirinya menyelamatkan kedua buah hatinya tersebut.

"Saya mikir bagaimana dua anak ini bisa minggir. Saya lempar saja ke pinggir cuma belum benar-benar aman. Isteri saya lepas kena arus. Kayaknya pijakannya nggak kuat kena arus," kata Mario.

Mario tak bisa lantas mencari istri dan anak bungsunya, karena anak pertama dan keduanya belum benar-benar aman. Mario kemudian menyelamatkan dan menjaga kedua anaknya. Sementara sang istri dan anak bungsunya hanyut terseret air bah.

"Saya berfikir, okelah nanti saya cari, masalahnya karena dua anak ini belum aman banget. Jarak kedua anak saya hanya satu jengkal dari aliran sungai. Asumsi saya karena ini air bah, bisa saja air tambah besar," imbuhnya.

Namun sayang, sang istri tercinta ditemukan meninggal dunia sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Sang anak bungsu juga belum ditemukan. Mario pun berusaha untuk tabah menerima ujian yang menimpa keluarganya, sembari berharap putera bungsunya segera ditemukan dalam kondisi selamat.

(sun/bdh)