Muncul Klaster Hajatan di Blitar, Satu Warga Meninggal Positif COVID-19

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 19:05 WIB
Jubir Satgas COVID-19 Pemkab Blitar Krisna Yekti
Jubir Satgas COVID-19 Pemkab Blitar Krisna Yekti (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Klaster hajatan muncul di Kabupaten Blitar. Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar meminta camat lebih ketat memberikan rekomendasi pelaksanaan acara yang mengundang banyak orang ini.

Paparan virus Corona ini terjadi di Desa Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Hajatan itu dilaksanakan di sebuah rumah dari keluarga pengantin pihak perempuan.

Tak pelak, hajatan ini mengundang banyak orang berdatangan. Baik itu dari tetangga, teman, maupun saudara. Jubir Satgas COVID-19 Pemkab Blitar Krisna Yekti mengatakan pihaknya sudah memprediksi hal ini akan terjadi.

Namun pemberian izin dan rekomendasi digelarnya hajatan telah diserahkan kepada pihak kecamatan yang berkoordinasi dengan kelurahan. Ternyata, tingkat kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan dinilai sangat rendah sehingga acara ini menimbulkan klaster baru.

"Klaster hajatan ini kami temukan ketika ada salah satu tetangganya yang meninggal. Memang pasien punya komorbid, dan hasil swabnya terkonfirmasi positif," kata Krisna dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/11/2020).

Dari tracing pasien yang meninggal, lanjut dia, diketahui pasien tersebut baru menghadiri hajatan pengantin di rumah tetangganya. Satgas pun kemudian melakukan testing massal kepada sekitar 20 orang yang hadir di acara hajatan itu.

"Hasil testing, selain satu yang meninggal itu, ada delapan warga lain yang datang ke hajatan itu juga terkonfirmasi positif. Mereka sekarang kami isolasi di gedung LEC Pemkab Blitar," imbuhnya.

Belajar dari pengalaman ini, Krisna meminta para camat dan lurah lebih ketat melakukan pengawasan pada acara yang mengundang banyak orang. Karena sebenarnya SOP acara hajatan telah dibuat. Tujuan SOP itu, agar kegiatan warga tetap berjalan normal. Namun jangan sampai menimbulkan klaster paparan baru virus COVID-19.

"Monggo menggelar hajatan, tapi sebaiknya dilaksanakan dengan sederhana. Karena kita masih pandemi. Kita sebenarnya menangis dengan timbulnya klaster ini," tandasnya.

Per Selasa (24/11) angka kumulatif positif COVID-19 Kabupaten Blitar telah mencapai 1.055. Dengan rincian, yang masih diobservasi sebanyak 58, meninggal 82 dan dinyatakan sembuh 911. Sedangkan yang masih diobservasi, untuk yang isolasi mandiri 12, isolasi gedung pemerintah 22 dan isolasi di rumah sakit rujukan sebanyak 24 orang.

(iwd/iwd)