Mitigasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Blitar Galang Kekuatan Pentahelix

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 11:26 WIB
mitigasi bencana di blitar
Pjs Bupati Blitar galang kekuatan pentahelix dalam mitigasi bencana (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Blitar beresiko tinggi nomor empat di wilayah Jatim dalam bencana hidrometeorologi. Untuk itu, Pjs Bupati Blitar menggalang kekuatan pentahelix dalam mitigasi bencana.

Data dari BPBD Kabupaten Blitar, dari 22 kecamatan yang ada, sebanyak 10 kecamatan di antaranya rawan bencana tanah longsor. 10 kecamatan itu yakni Garum, Doko, Gandusari, Kesamben, Panggungrejo, Kademangan, Wlingi, Selorejo, Bakung, dan Wates.

Sedangkan bencana banjir dan genangan air, berpotensi terjadi di Kecamatan Sutojayan serta beberapa ruas jalan di jalur provinsi di Kecamatan Selopuro, Srengat, dan Wlingi. Sementara untuk potensi angin kencang dapat terjadi di beberapa wilayah. Namun kerap terjadi di wilayah Kecamatan Srengat, Udanawu, dan Wlingi.

"Untuk itu perlunya partisipasi semua komponen masyarakat. Kekuatan pentahelix kita satukan sebagai urusan bersama, gotong royong dengan dasar Pancasila sehingga ancaman bencana ini menjadi tanggung jawab bersama dalam mitigasi bencana," kata Pjs Bupati Blitar, Budi Santoso kepada detikcom, Rabu (25/11/2020).

Kekuatan pentahelix itu, lanjut bupati, meliputi seluruh OPD sampai ke jajaran pemerintahan terendah, TNI-Polri, pihak swasta dengan CSR-nya, dan semua elemen masyarakat. Hal ini terbangun melalui dibentuknya Kampung Tangguh, Desa Siaga Bencana dan pemerintah melalui kebijakan strategis dalam penanganan bencana.

"Saya juga telah meninjau kawasan pesisir pantai selatan. Dan komunitas nelayan di sana sudah cukup dibekali kesiap-siagaan mereka dengan melatih dan mengedukasi warga dalam mitigasi bencana," imbuhnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi dampak La Nina, Pemkab Blitar juga telah menggelar apel siaga bencana bersama seluruh jajaran samping di Alun - Alun Kanigoro (23/11/2020). Dalam kegiatan itu diikuti juga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepolisian, TNI, Satpol-PP, Damkar, Dishub, PMI, dan relawan.

"Selain berfokus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, saya juga mengajak masyarakat tetap berperilaku pola 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Protokol kesehatan harus tetap ditegakkan dan operasi yustisi akan terus saya galakkan sampai ke desa-desa," pungkasnya.

(fat/fat)