Mulai Senin Besok Guru SD dan SMP di Surabaya Masuk Sekolah Kembali

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 23:12 WIB
SE Walkot Surabaya tentang guru SD-SMP masuk sekolah kembali
SE Walkot Surabaya tentang guru SD-SMP masuk sekolah kembali (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Mulai Senin (23/11) seluruh guru dan pegawai masuk ke sekolah, baik SD maupun SMP. Keputusan tersebut berdasarkan SE Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini nomor 800/10371/436.7.1/2020 tentang pengaturan kerja di kantor.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, masuknya kembali guru SD dan SMP adalah dalam rangka persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka. Diketahui guru dan karyawan sekolah sejak (15/8) bekerja dari rumah.

"Apalagi kemarin juga ada keputusan SKB (Surat Keputusan Bersama) menteri yang menyatakan bahwa kewenangan terhadap pelaksanaan sekolah tatap muka itu dikembalikan kepada daerah masing-masing. Itu sebagai langkah awal yaitu dengan memasukkan seluruh guru baik negeri maupun swasta SD dan SMP untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah," kata Febri, Minggu (22/11/2020).

Febri menjelaskan jika sebelumnya tenaga pendidik WFH, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring dari rumah. Mulai masuknya guru SD dan SMP ini menjadi langkah awal persiapan melakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Terhadap para guru ketika nantinya setelah sekolah-sekolah yang akan diverifikasi maupun di-assessment oleh tim satgas COVID-19, juga Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan mana-mana yang bisa untuk pelaksanaan sekolah tatap muka maka akan segera dilaksanakan pelaksanaan sekolah tatap muka," jelasnya.

Meski begitu, bagi para guru SD-SMP atau karyawan di sekolah yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, diimbau untuk tetap melakukan WFH atau kerja dari rumah. Pasalnya, di dalam surat edaran yang dikeluarkan memiliki batasan.

"Tentunya para guru yang memiliki penyakit bawaan ataupun komorbid itu untuk sementara tetap melaksanakan WFH," ujarnya.

Sementara untuk pengawasan, Dispendik sudah menyediakan laman aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS). Di aplikasi tersebut, semua aktivitas baik absen maupun kegiatan belajar mengajar guru di Surabaya tercatat.

"Jadi terpantau semua, seandainya dia ada sakit apa, kemarin sudah di swab terus kemudian hasilnya negatif atau positif di situ juga mereka melakukan input. Jadi memang kesadaran dari guru ini yang sangat dipentingkan untuk bisa tercapainya sekolah tatap muka yang ada di Kota Surabaya," urainya.

"Tentunya seperti itu. Jadi semua yang berkaitan terhadap kegiatan sekolah kecuali muridnya akan dilakukan adaptasi kebiasaan baru sebelum muridnya nanti yang akan dimasukkan di sekolah," pungkasnya.

(iwd/iwd)