Round-up

Kasus Begal Profesor ITS: Pelaku Terlacak, Korban Sedikit Trauma

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 10:26 WIB
Guru Besar di Manajemen Bisnis dan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Prof Dr Ir Udisubakti Ciptomulyono MEngSc
Prof Udi/Foto: Istimewa
Surabaya -

Profesor ITS menjadi korban begal saat gowes di Kenjeran, Surabaya, Rabu (18/11) pagi. Pelaku dikabarkan sudah terlacak, sementara korban mengaku sedikit trauma.

Pernyataan itu disampaikan korban, Prof Dr Ir Udisubakti Ciptomulyono MEngSc berdasarkan informasi dari pihak kepolisian. Menurut Guru Besar di Manajemen Bisnis dan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini, polisi melacak pelaku ada di daerah Wonokromo.

"Ada, sampai sekarang masih ditelusuri dan dilacak. Posisi HP juga sudah diketahui, di sekitar Wonokromo sekitar jam 10.30 WIB tadi," kata Prof Udi saat dihubungi detikcom, Kamis (19/11/2020).

Setelah mendapat laporan, polisi langsung bergerak cepat melacak keberadaan ponsel korban yang diambil pelaku. Setelah diketahui keberadaan pelaku, Prof Udi segera diberi info oleh intel yang menangani kasusnya.

Prof Udi pun berharap, jika pelaku sudah ditemukan, penjara bukanlah satu-satunya solusi yang diberikan. Tapi juga bisa melalui pendidikan dan kesadaran. Sebab, dia melihat pelaku masih anak-anak.

"Harapannya itu kan kelihatannya masih anak-anak, jadi harus diberikan solusi. Penjara itu kan bukan satu-satunya solusi, pendidikan kesadaran," tambahnya.

Rabu (18/11) habis subuh, Prof Udi bersepeda di jalur pantai timur Surabaya. Saat hendak pulang sekitar pukul 07.00 WIB, ia beristirahat sejenak di depan Kenpark, Kenjeran. Ia duduk-duduk lalu mengeluarkan HP karena mau mengirim sebuah artikel.

Selanjutnya
Halaman
1 2