Round-up

Kasus Begal Profesor ITS: Pelaku Terlacak, Korban Sedikit Trauma

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 10:26 WIB
Guru Besar di Manajemen Bisnis dan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Prof Dr Ir Udisubakti Ciptomulyono MEngSc
Prof Udi/Foto: Istimewa

Tanpa disangka, tiba-tiba ada dua orang menggunakan motor dengan kecepatan tinggi, mengambil ponsel miliknya. Ia baru pertama kali menjadi korban aksi begal selama 15 tahun bersepeda di kawasan tersebut.

"Waktu itu kondisi masih sepi kan, saya buka HP mau kirim artikel di grup. Tiba-tiba dua orang itu mendesak dan merampas HP saya dengan kecepatan tinggi," kata Prof Udi saat dihubungi detikcom, Rabu (18/11).

"Saya kehilangan HP Samsung A8, kartu bank, KTP, NPWP, banyak lah. Data saya ada di sana semua (di HP). Kegiatan mahasiswa, laporan, jadwal tugas mahasiswa," tambahnya.

Kemarin ia mengaku sedikit trauma setelah HP dan kartu-kartu pentingnya dirampas. "Terpaksa istirahat dulu, intermezzo dulu, turun kalem-kalem dulu, agak trauma juga. Di samping itu juga ada UTS di ITS saya harus nyiapin soal ujian, ndak tahu besok. Nggak gowes hari ini. Saya nggak tahu perubahan suasananya di daerah Kenjeran. Ternyata di situ banyak kejadian," lanjut Prof Udi.

Namun Prof Udi menegaskan akan bersepeda kembali. Tetapi ia akan mengubah rute dan jam. Jika biasanya setelah subuh mengejar sunrise, besok mulai pukul 05.15 atau 05.30 WIB.

"Semestinya iya (gowes lagi), biasanya setiap hari kok saya. Ya kalau agak siang saya berani, biasanya pagi-pagi sekali, sekarang saya kurangi, saya jadwalkan rute lain yang agak rame. Mengganti rute yang agak rame," jelasnya.

"Saya lewat situ (Kenjeran) karena saya ngejar sunrise. Pagi-pagi kan bagus di pantai timur dari mulai Kenjeran lama sampai kaki Suramadu, Nambangan, ujung kenjeran bagus sekali kalau pagi," pungkasnya.

Halaman

(sun/bdh)