Round-Up

Cerita di Balik Video Viral Mobil Ditukar Tanaman Hias

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 08:59 WIB
viral mobil dibarter tanaman hias
Viral mobil ditukar dengan tanaman hias (Foto: Tangkapan layar)
Kediri -

Sebuah video mobil Toyota Avanza dibarter dengan tanaman hias di Kediri viral di media sosial. Dugaan settingan yang diteriakkan netizen mendapat sanggahan dari pemilik mobil.

"Itu bukan settingan, bukan hoaks juga dan benar adanya. Tanaman hias ditukar atau barter dengan mobil," ujar si pemilik Avanza Iqbal Akbar Muhammad kepada detikcom, di rumahnya di Desa Doko, Ngasem, Kediri, Senin (16/11/2020).

Iqbal mengatakan ia dan kakaknya, Ilham Akbar Soleh, mempunyai usaha tanaman hias yang diberinya nama 'Akbar Garden'. Sesuai namanya, mereka berbisnis jual beli tanaman hias.

Soal mobil dibarter tanaman hias, Iqbal mengatakan itu terjadi pada Rabu 11 November 2020. Ia dan kakaknya sepakat mobil mereka dibarter dengan tiga tanaman hias milik teman mereka sendiri, sesama pengusaha tanaman hias.

"Kalau untuk tukar mobil itu saya membenarkan, bukan settingan. Dan itu mobil Avanza dari kita yang kita barterkan dengan 3 jenis tanaman hias yakni philodendron florida beauty, strawberry shake variegata, dan caramel marble variegata," kata Iqbal.

Iqbal tidak tahu siapa yang memviralkan video itu. Tapi yang pasti, barter itu hal yang biasa buat Iqbal karena dia pernah melakukannya sebelumnya. Bedanya saat itu ia yang membarter tanaman hiasnya dengan mobil milik konsumennya.

"Sekali lagi ini bukan settingan, ini juga pernah kami lakukan sebelumnya. Kami pernah menerima mobil dari orang lain dengan diganti bunga," imbuh Iqbal.

Selain itu, harga bunga miliknya juga tidak sembarangan. Iqbal menjelaskan bahwa harga bunga hias saat ini ada yang seharga mobil Toyota Alphard. Tetapi tanaman hias seharga Alphard itu memang berbeda dengan jenis tanaman hias lainnya. Bisa dibilang tanaman tersebut merupakan tanaman hias terbatas atau langka.

"Kalau harga variatif, kita tidak mematok semuanya. Ini bunga bukan domestik, ini internasional dan demamnya ikut demam internasional, dan belum tahu sampai kapan demam bunga internasional ini. Yang jelas saat ini banyak eksportir muda yang menjual ke luar negeri, namun belum menguasai produksi bunganya, sehingga barang terbatas," tandas Iqbal.

(iwd/iwd)