Watudodol yang Angker Disulap Jadi Destinasi Wisata, Banyuwangi Raih Penghargaan

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 19:57 WIB
Watudodol yang Angker Disulap Jadi Destinasi Wisata, Banyuwangi Raih Banyak Penghargaan
Watudodol disulap jadi destinasi wisata (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Menghilangkan kesan angker Watudodol, Pemkab Banyuwangi menyulap tempat tersebut sebagai destinasi wisata unggulan. Lahan Pemkab di sekitar Watudodol pun disulap jadi destinasi wisata Grand Watudodol (GWD). GWD pernah meraih penghargaan tertinggi bidang pariwisata tingkat Asia Tenggara, yaitu ASEAN Tourism Standard Award (ASEAN) sebagai obyek wisata clean tourist city di tahun 2017.

GWD berada di sisi utara Kota Banyuwangi, tepatnya berada di Kecamatan Kalipuro. Pantai ini sering menjadi jujugan karena pengunjung bisa menikmati Selat Bali dengan view Pulau Bali di depannya.

Kawasan GWD didesain sangat apik. Pemkab melibatkan arsitek nasional Budi Pradono untuk mendesain sejumlah bangunan sarana penunjang kawasan tersebut.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan melewati anjungan dengan material kayu memanjang dari utara ke selatan. Dari situ, pengunjung bisa menikmati pantai dari ketinggian. Turun dari anjungan menuju pantai, wisatawan akan melewati plaza dengan lantai kayu di bawah pepohonan kelapa.

Pantai ini juga dilengkapi food court, pusat oleh-oleh dan kuliner, serta mushola dan toilet yang didesain sangat artistik. Di pantai ini, pengunjung bisa melakukan diving, snorkling hingga menyewa perahu yang semuanya dikelola oleh pokdarwis.

"Kita sengaja sulap tempat angker menjadi destinasi wisata. Agar kesan angker Banyuwangi tidak ada lagi. Dulu kita dikenal sebagai kota santet, tapi berubah selama 10 tahun kepemimpinan kami dengan tempat wisata yang handal," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar kepada detikcom, Minggu (15/11/2020).

GWD pernah meraih penghargaan tertinggi bidang pariwisata tingkat Asia Tenggara, yaitu ASEAN Tourism Standard Award (ASEAN) sebagai obyek wisata clean tourist city di tahun 2017.

Selanjutnya
Halaman
1 2