Watudodol, Pintu Gerbang Banyuwangi yang Dikenal Menyimpan Mistis dan Angker

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 15:31 WIB
Pintu Gerbang Banyuwangi Yang Dikenal Angker
Kawasan Pantai Watudodol Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Jika melintas masuk ke Kabupaten Banyuwangi melalui pantura, kawasan ini kerap dilalui pengendara. Wisatawan yang akan ke Bali pun juga pasti melewati kawasan Pantai Watudodol yang berada di sisi utara Kota Banyuwangi. Dulu, kawasan ini adalah lokasi angker dan disebut memiliki cerita mistis. Namun seiring dengan pembangunan yang masif di Banyuwangi, kawasan ini disulap menjadi kawasan yang indah.

Nama Watudodol sendiri merujuk sebuah batu besar setinggi 6 meter yang berlokasi tepat di antara kedua ruas jalan raya. Lokasi kawasan wisata ini sekitar 5 KM dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, perbatasan Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Watudodol merupakan batu karang berwarna hitam yang sangat keras dan memiliki bentuk yang unik, yaitu bagian atasnya lebih besar daripada dasarnya. Di bagian selatan sisinya, tumbuh sebatang pohon kelor yang menambah keunikan batu tersebut.

"Dulu dikenal angker. Banyak kecelakaan juga di sini karena jalannya gelap dan berliku dengan jalan yang menanjak. Ada yang sempat cerita jika pengendara melihat perempuan ditikungan akhirnya nabrak," ujar Sugito, warga sekitar kepada detikcom, Minggu (15/11/2020).

Diakui Sugito, sebelumnya Watudodol menjadi kawasan angker. Banyak warga yang pernah ditemui makhluk halus di sekitar Watudodol. Penerangan lampu yang terbatas, juga membuat jalur di kawasan itu juga sangat rawan kecelakaan.

"Ada yang pernah bertemu dengan kakek tua di sekitar itu. Biasanya juga banyak orang yang kasih bunga di sekitar itu. Banyak yang mengkeramatkan," tambahnya.

Di sekitar Pantai Watudodol, banyak ditemukan beberapa tempat yang disakralkan. Di antaranya sumber air yang berada di bibir pantai, Gua Jepang, dua makam pengawal Kongco Tan Hu Jin Jin dan makam keramat. Untuk menambah keindahan, di sisi pantai, dibangun monumen patung Gandrung.

"Sekarang juga menjadi tempat nongkrong di sini. Banyak penjual yang melihat pantai sore atau pagi," pungkasnya.

(fat/fat)