Perdagangan Anak di Bawah Umur di Banyuwangi, Satu Pelaku Tidak Ditahan

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 21:42 WIB
perdagangan anak di bawah umur
Muncikari yang diamankan polisi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Kasus perdagangan anak di bawah umut terus didalami polisi. Mereka dibujuk dan dijual oleh temannya sendiri yang kini ditetapkan sebagai pelaku anak. Meski begitu, sang pembujuk dua anak itu tak ditahan.

"Kita berhasil menangkap 3 pelaku. Salah satunya, ialah seorang gadis berusia 15 tahun," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin kepada detikcom, Sabtu (14/11/2020).

Yang bersangkutan, kata Arman, sudah ditetapkan sebagai pelaku anak dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Kendati demikian, pihaknya tidak melakukan penahanan. Pihaknya berkoordinasi dengan Bapas untuk memberikan bimbingan.

"Untuk pelaku anak kita koordinasikan dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan) yang bertugas untuk memberikan bimbingan terhadap pelaku anak yang terjerat persoalan hukum," ungkapnya.

Menurut Arman, pelaku anak ini berperan mencari daun muda yang akan dijadikan pelayan nafsu pria hidung belang.

"Perannya dia membujuk rayu dua korban yang masih di bawah umur, dengan menawari kerja di warung dengan iming-iming upah besar," jelas Arman.

Dua korban yang masih duduk di bangku sekolah ini tergiur, sehingga mau diajak oleh pelaku anak tersebut. Bukannya bekerja di warung, kedua korban justru dijual kepada seorang muncikari berinisial MY (50) asal Kecamatan Singojuruh.

"Kedua korban sempat disekap dan tak diberi makan, hingga akhirnya mereka menuruti perintah Mucikari untuk melayani pria hidung belang," tutupnya.

Polisi membongkar kasus perdagangan anak dibawah umur. Seorang muncikari dan satu anak dibawah umur diamankan. Keduanya diamankan aparat kepolisian setempat diduga terlibat dalam kasus penjualan dua anak di bawah umur. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan satu orang, yang menggunakan korban dalam prostitusi anak di bawah umur.

Muncikari yang diamankan adalah MY (50) warga Kecamatan Singojuruh dan SW (56) warga Kecamatan Genteng, sebagai pembeli. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Satu orang anak dibawah umur asal kecamatan Sempu, sebagai pembujuk dua korban ditetapkan sebagai pelaku anak. (iwd/iwd)