Korban Perdagangan Anak di Banyuwangi Dijual Rp 150 Ribu ke Pria Hidung Belang

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 19:32 WIB
perdagangan anak di bawah umur
Tiga orang diamankan dalam kasus perdagangan anak di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Kasus perdagangan anak di bawah umur dibongkar. Satu dari dua anak di bawah umur ini dijual ke pria hidung belang sebanyak 6 kali. Sementara satu lagi dijual 3 kali. Mereka dijual seharga Rp 150 ribu per sekali kencan.

"Menurut keterangan penyidik, mereka dijual sebanyak 6 kali dan satunya dijual 3 kali. Kejadian di sekitar rumah penyekapan dan lokasi kedua di eks lokalisasi terbesar di Banyuwangi," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Mereka dijual kepada pria hidung belang seharga Rp 150 ribu per sekali kencan. Pembagiannya, kata Arman, Rp 100 ribu untuk korban, sementara Rp 50 ribu diberikan kepada mami atau muncikari.

"Muncikari mendapatkan Rp 50 ribu. Sementara korban diberi Rp 100 ribu," tambahnya.

Dari kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa alat kosmetik dan baju dari hasil transaksi seksual tersebut.

"Kita amankan pelaku dan barang bukti. Dan saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan," pungkasnya.

Kasus dugaan perdagangan anak di bawah umur berhasil dibongkar aparat kepolisian Banyuwangi. Seorang muncikari dan satu anak di bawah umur diamankan. Keduanya diamankan aparat kepolisian setempat diduga terlibat dalam kasus penjualan dua anak di bawah umur. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan satu orang, yang menggunakan korban dalam prostitusi anak di bawah umur.

Muncikari yang diamankan adalah MY (50) warga Kecamatan Singojuruh dan SW (56) warga Kecamatan Genteng, sebagai pembeli. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Satu orang anak di bawah umur asal kecamatan Sempu, sebagai pembujuk dua korban ditetapkan sebagai pelaku anak.

Atas perbuatan tersangka, polisi menjerat dengan Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 88 dan pasal 17, Undang - Undang nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang pasal 2 dan pasal 17.

(iwd/iwd)