Sempat Disekap, Dua Korban Perdagangan Anak di Bawah Umur Tak Dikasih Makan

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 18:45 WIB
perdagangan anak di bawah umur
Muncikari yang menyekap korban (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Dua korban perdagangan anak di bawah umur di Banyuwangi sempat disekap oleh muncikari sebelum dijual ke pria hidung belang. Keduanya disekap di rumah muncikari sebelum dipindahkan ke eks lokalisasi terbesar di Banyuwangi ini.

"Mereka dimasukkan kamar dan dikunci di dari luar. Kondisinya mereka langsung ditaruh di sana atau bisa dibilang disekap selama dua hari," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Dalam pemeriksaan korban, kata Arman, korban juga mengaku tidak diberi makan pada hari pertama. Di hari kedua, kedua korban mendapatkan makan nasi dengan garam.

"Pemeriksaan kedua korban mengaku tidak mendapatkan makan saat disekap. Selanjutnya baru dikasih makan nasi dengan garam. Ini dilakukan agar mereka mau dijual di rumah bordil milik muncikari," tambahnya.

Hingga akhirnya, keduanya mau dijual di sekitar tempat penyekapan di Kecamatan Singojuruh. Baru selanjutnya keduanya dibawa ke eks lokalisasi terbesar di Banyuwangi itu.

"Mereka dijual kepada pria hidung belang selama seminggu. Kemudian mereka kabur dari eks lokalisasi itu," pungkasnya.

Polisi membongkar kasus perdagangan anak di bawah umur. Seorang muncikari dan satu anak di bawah umur diamankan. Keduanya diamankan karena terlibat dalam kasus penjualan dua anak di bawah umur. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan satu orang, yang menggunakan korban dalam prostitusi anak di bawah umur.

Muncikari yang diamankan adalah MY (50) warga Kecamatan Singojuruh dan SW (56) warga Kecamatan Genteng, sebagai pembeli. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Satu orang anak di bawah umur asal kecamatan Sempu, sebagai pembujuk dua korban ditetapkan sebagai pelaku anak. (iwd/iwd)