Miris, Korban Perdagangan Anak di Banyuwangi Dijual Temannya Sendiri

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 18:23 WIB
perdagangan anak di bawah umur
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Kasus perdagangan anak di bawah umur dibongkar. Tiga orang diamankan. Ironisnya, salah satu pelaku adalah anak di bawah umur.

Dia membujuk dua temannya untuk bekerja di warung. Namun ternyata, mereka dijual di eks lokalisasi terbesar di Banyuwangi.

"Satu orang kita tetapkan sebagai pelaku anak. Karena juga masih di bawah umur," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Jumat (13/11/2020).

Pelaku anak yang masih berumur 15 tahun ini membujuk dua temannya yang masing-masing berumur 14 dan 15 tahun untuk bekerja di sebuah warung. Keduanya diiming-imingi gaji besar. Namun tidak tahunya, mereka dijual di sebuah rumah bordil di eks lokalisasi terbesar di Banyuwangi.

"Kedua korban diajak berkeliling Banyuwangi terlebih dahulu. Kemudian karena alasan kemalaman mereka diajak ke rumah muncikari. Dan akhirnya mereka tak diperbolehkan pulang. Sementara pelaku anak ini meninggalkan kedua korban," tambahnya.

Keduanya kemudian diminta melayani tamu hidung belang yang datang ke eks lokalisasi itu. Keduanya berhasil kabur setelah seminggu berada di rumah bordil itu.

"Malam hari mereka kabur. Tapi mereka langsung bungkam. Kejadian pada bulan Maret 2020. Baru setelah salah satu orangtua mereka pulang dari Bali kemarin mereka berani mengadukan hal tersebut dan dilaporkan ke polisi," pungkasnya.

Seorang muncikari dan satu anak di bawah umur diamankan. Keduanya diamankan aparat kepolisian setempat diduga terlibat dalam kasus penjualan dua anak di bawah umur. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan satu orang, yang menggunakan korban dalam prostitusi anak di bawah umur.

Muncikari yang diamankan adalah MY (50) warga Kecamatan Singojuruh dan SW (56) warga Kecamatan Genteng, sebagai pembeli atau pria hidung belang. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Satu orang anak di bawah umur asal kecamatan Sempu, sebagai pembujuk dua korban ditetapkan sebagai pelaku anak.

(iwd/iwd)