Pasien Bergejala Picu Bertambahnya Klaster Keluarga dan Ponpes di Blitar

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 13:25 WIB
covid-19 di blitar
Foto: Istimewa
Blitar -

Fluktuasi paparan COVID-19 di Kabupaten Blitar mulai naik kembali. Satgas COVID-19 menyebut pasien positif yang bergejala memicu bertambahnya klaster keluarga dan pondok pesantren.

Data Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar mencatat jumlah pasien terkonfirmasi positif rata-rata di atas 10 orang per hari pada awal bulan ini. Dari jumlah itu, paling banyak berasal dari klaster keluarga dan pondok pesantren.

Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan banyaknya pasien positif yang bergejala telah menularkan ke beberapa orang yang pernah melakukan kontak erat dengan mereka.

"Ada perubahan. Sekarang itu yang terkonfirmasi positif banyak yang bergejala klinis dan menularkan ke kontak erat. Jadi bertambah banyak yang dari klaster keluarga dan pondok pesantren," ujar Krisna saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (13/11/2020).

Dari data Satgas COVID-19 terlihat, sejak tanggal 9 sampai 12 Nopember, ada 10 pasien baru klaster keluarga dan 18 pasien yang merupakan santri sebuah pondok pesantren di Kecamatan Wonodadi.

Menurut Krisna, ketika masa inkubasi dan pasien sudah mengalami gejala ringan, namun tidak segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Sehingga pada periode itu, virus menjadi menyebar dan terpapar kepada orang lain yang melakukan kontak erat dengan pasien positif.

"Sekarang penanganan kami juga berubah. Isolasi mandiri di rumah benar-benar kami awasi. Begitu ada yang terkonfirmasi positif, kontak erat juga kami isolasi di gedung tersendiri. Sedangkan yang bergejala walaupun ringan, tetap kami rekom untuk diisolasi di rumah sakit rujukan," ungkapnya.

Krisna juga mengaku pihaknya terus menerus melakukan evaluasi penanganan kasus-kasus baru. Karena dalam pola penyebaran virus Corona ini, selalu ditemui kasus yang berbeda dari bulan ke bulan. Walaupun dia menilai, tingkat kesadaran masyarakat menerapkan 3M makin tinggi, namun paparan virus ini belum menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik.

(iwd/iwd)