Soal Spanduk Black Campaign di Banyuwangi, Ini Respons Timses Paslon 01

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 19:18 WIB
Michael Edy Hariyanto
Michael Edy Hariyanto (Foto: Ardian Fanani)

Bahkan jika pelaku yang memasang spanduk provokatif ini ternyata adalah dari tim kampanye atau pendukung paslon 01, Michael mendesak polisi agar menindak tegas.

"Siapapun pelakunya harus ditindak. Kalau itu pendukung 01 tangkap saja. Karena kami tim pemenangan 01 tidak mempunyai cara yang licik dan kotor. Bawaslu juga harus bekerja. Siapa yang membuat provokasi itu. Itu bisa ditelusuri dari yang mengunggah pertama kali di facebook," tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah spanduk black campaign muncul di beberapa sudut jalan protokol di Kota Banyuwangi. Di antaranya di Jalan Kepiting, Jalan Teratai dan Jalan Adi Sucipto. Disitu terpampang tulisan 'Wong Wedok Iku Nggone Nang Sumur, Dapur, Kasur, Gak Dadi Bupati'. Yang artinya 'Perempuan Itu Tempatnya di Sumur, Dapur, Kasur, Bukan Jadi Bupati'.

Ada pula spanduk bertuliskan 'Bupati Kok Wedok', atau dalam bahasa Indonesia berarti 'Bupati Kok Perempuan'. Bahkan ada juga yang bertuliskan 'Jangan Pilih Perempuan Apalagi yang Hanya Boneka'.

Spanduk provokatif ini terpasang di sejumlah wilayah Banyuwangi. Di antaranya, Kecamatan Banyuwangi Kota, Kecamatan Glagah, dan Kecamatan Giri.

Diduga kuat, spanduk provokatif ini sengaja dipasang untuk menjatuhkan pasangan calon nomor urut dua Ipuk Fiestiandani-Sugirah. Ipuk diketahui merupakan representasi perempuan yang ikut bertarung dalam ajang pesta demokrasi 5 tahunan Bumi Blambangan.


(iwd/iwd)