Tokoh Agama Minta Black Campaign di Pilkada Banyuwangi Dihentikan

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 12:55 WIB
pemuka agama di banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Black campaign atau kampanye hitam mulai terlihat di Banyuwangi saat masa kampanye Pilkada Banyuwangi. Para tokoh agama menyerukan untuk segera menghentikan black campaign tersebut.

Ketua MUI Banyuwangj KH Moh Yamin mengatakan pilkada adalah pesta demokrasi rakyat. Maka harus dilaksanakan dengan gembira, dengan cara-cara yang baik dan tidak menimbulkan perpecahan. Jangan ada yang menjelek-jelekkan orang lain.

"Pilkada ini untuk bikin guyub Banyuwangi. Siapapun yang terpilih, akan menjadi bupatinya warga Banyuwangi. Jadi harus tenang, rukun dan damai," jelas KH Moh Yamin kepada wartawan, Selasa (10/11/2020).

"Hentikanlah kampanye hitam. Gunakanlah cara yang baik, sopan, santun, untuk menjaga kerukunan ketenangan, kerukunan, dan kedamaian Banyuwangi," tambah KH. Moh Yamin.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kabupaten Banyuwangi Pendeta Anang Sugeng juga menyerukan untuk menyudahi kampanye hitam yang akan merusak persaudaraan masyarakat Banyuwangi.

"Seluruh pendukung pasangan calon 01 dan 02, tetap dalam keadaan seduluran saja. Tidak usah membuat kampanye hitam yang saling menjelekkan. Apa sih manfaatnya kampanye hitam itu. Segera hentikan kampanye hitam seperti itu," kata pendeta Anang.

Anang mengatakan, biarlah masyarakat Banyuwangi memilih sesuai hati nurani. Banyuwangi selama ini terkenal dengan daerah yang damai, termasuk kerukunan umat lintas agama.

Tonton video 'Cagub Sumbar Nasrul Abit Diserang Isu PKI, Gerindra Siapkan Jalur Hukum':

[Gambas:Video 20detik]