Khofifah Sebut Muslimat NU Tak Dukung Calon di Pilkada Serentak 2020

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 17:38 WIB
Muslimat Nahdlatul Ulamat (NU) menggelar Rakernas dan Mukernas
Rakernas dan Mukernas Muslimat NU (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Muslimat Nahdlatul Ulamat (NU) menggelar Rakernas dan Mukernas. Ketua PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menegaskan organisasi yang ia pimpin tidak berpolitik praktis.

"Kalau di Pilkada Serentak 2020 tentu Muslimat NU ini bukan partai politik. Jadi secara perseorangan warga negara, mereka akan menyalurkan aspirasi, tapi secara kelembagaan, itu tidak dibenarkan," ujar Khofifah di sela acara Rakernas dan Mukernas Muslimat NU di Batu, Kamis (29/10/2020).

Khofifah menjelaskan memang banyak kader-kader Muslimat NU yang memberi dukungan baik itu kepada figur calon bupati/wali kota hingga calon gubernur. Namun dukungan itu disebutnya hanya sebatas dukungan personal bukan atas nama Muslimat NU.

"Ya ada figur-figur mungkin di Kabupaten Kota atau Provinsi yang mereka ingin memberikan support maka itu secara Individual, secara organisasi tidak dibenarkan," imbuhnya.

Perempuan yang juga Gubernur Jatim ini menegaskan jika organisasi Muslimat NU bukanlah Partai Politik. Muslimat NU tidak akan memberi dukungan kepada calon mana pun.

Diketahui dalam Pilkada Serentak di 19 kabupaten/kota di Jatim, terdapat 14 perempuan yang menjadi calon Kepala Daerah maupun Wakil, di mana beberapa di antaranya adalah dari Muslimat NU.

Mereka adalah, Faida (Cabup Jember), Kartika Hidayati (Cabup Lamongan), dan Khozanah Hidayati (Cabup Tuban), Ikfina Fatmawati (Cabup Mojokerto), Lathifa Shohib (Cabup Malang), Rini Syarifah (Cabup Blitar), dan Ipuk Fiestiandani (Cabup Banyuwangi).

Lalu Dwi Astutik (Cawabup Sidoarjo), Hj. Aminatun Habibah (Cawabup Gresik), Titik Masudah (Cawabup Mojokerto), Dewi Maria Ulfa (Cawabup Kediri), Lisdyarita (Cawabup Ponorogo), dan Hj. Dewi Khalifah (Cawabup Sumenep).

Dalam acara Rakernas Muslimat NU, Financial Teknologi (Fintek) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menjadi salah satu topik yang dibahas. Khofifah mengatakan, sedianya Rakernas ini dilaksanakan pada Maret lalu, namun karena pandemi COVID-19, ditunda dan dilaksanakan hari ini.

Simak juga video 'Dilema Aparat Menindak Paslon Petahana Pelanggar Protokol Kesehatan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2