Diterpa Hujan dan Angin Kencang, Atap Pelindung Situs Candi Patakan Roboh

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 18:13 WIB
atap pelindung candi patakan roboh
Atap situs Candi Patakan yang roboh (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Hujan deras disertai angin kencang melanda Lamongan dalam beberapa hari terakhir. Angin itu membuat atap pelindung darurat yang ada di situs Candi Patakan roboh.

Robohnya atap darurat yang terpasang di situs candi Patakan ini terjadi pada Senin petang (26/10). Anggota Karangtaruna Desa Patakan, Wisnu membenarkan kejadian ini. Wisnu menyebut, atap pelindung sementara itu tak mampu menahan derasnya hujan dan kencangnya angin yang melanda kawasan Desa Patakan dan sekitarnya saat itu.

"Kemarin sore (Senin) robohnya. Karena hujan deras disertai angin mulai dari pukul 13.00 sekitar pukul 16.00 WIB. Kira-kira ambruknya jam 15.00 WIB," kata Wisnu kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Wisnu menuturkan tidak ada kerusakan pada situs yang ekskavasi tahap empatnya baru selesai itu. Atap darurat pelindung situs berbahan galvalum itu roboh dan langsung menimpa situs yang berada di bawahnya.

"Situsnya aman, tidak ada kerusakan. Kami juga sudah laporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan dan ini tadi reruntuhannya sudah di bersihkan dari Dinas dan Pokdarwis," tuturnya.

Sementara, Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim Wicaksono Dwi Nugroho juga mengakui robohnya atap pelindung darurat tersebut. Wicaksono mengungkapkan, atap pelindung situs Candi Patakan tersebut memang bukan atap permanen, sehingga tidak cukup kuat untuk menahan angin yang begitu kencang.

"Memang atap itu dibuat sebagai atap darurat, bukan permanen. Sehingga tidak ada konstruksi pondasi di tiap tiangnya. Kalau nahan angin biasa sih kuat, tapi kalau angin puting beliung seperti itu ya angkat tangan," kata Wicak.

Wicak mengatakan, hari ini pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melihat dan memperbaiki atap tersebut. Pihaknya, kata Wicaksono, juga telah berkoordinasi dengan Disparbud Lamongan untuk memperbaiki atap pelindung sementara Situs Patakan yang roboh tersebut.

"Hari ini kami kirim tim untuk memperbaiki," ujarnya.

Wicaksono menambahkan pihaknya memang berencana untuk membuat atap permanen untuk melindungi situs seperti yang telah dibuat di situs Sekaran Malang. Namun, pembuatan atap permanen tersebut baru akan dibuatkan jika proses ekskavasi situs sudah selesai.

"Desain atap permanen memang nantinya memiliki bentangan yang lebih besar lagi sekitar 20 kali 30 meter, dengan konstruksi atap baja," pungkasnya.

(iwd/iwd)