Warga Surabaya Urus Akta Kematian ke Kemendagri: Ya Allah, Kok Kurang Ajare

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 18:28 WIB
yaidah ngurus akta kematian ke kemendagri
Yaidah saat di Kemendagri (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Seorang warga Surabaya, Yaidah (51), terpaksa mengurus akta kematian anaknya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia nekat ke Jakarta setelah mengurus lebih dari sebulan di Dispendukcapil Surabaya tak kunjung jadi.

Meski sudah di Kemendagri Jakarta, rupanya perjuangan untuk mendapatkan akta kematian anaknya juga tak gampang. Sebab, ia sempat salah kantor dan sama, harus mondar-mandir di ibu kota sendirian. Padahal di sana sedang diberlakukan PSBB.

"Saya bingung karena Jakarta PSBB dimulai. Akhirnya saya izin suami mau nekat berangkat ke Jakarta. Saya (sampai Jakarta) dari Senen naik ojek online ke Kemendagri pusat, ternyata salah bukan di situ. Kalau masalah akta kematian, kelahiran, dan lain-lain, masalah catatan sipil itu di Dirjen Dukcapil di Jakarta Selatan," ujar Yaidah kepada detikcom, Senin (26/10/2020).

"Saya kemudian ke sana naik ojek online lagi. Saya ke sana tarifnya Rp 50 ribu. Tapi kalau di aplikasi itu 50 lebih. Kemudian disarankan sama petugas di Kemendagri pusat naik ojek online yang berlangganan. Yo wis bismillah aja," tambah Yaidah.

Setiba di kantor Dirjen Kemendagri Jakarta Selatan, Yaidah disambut seorang petugas. Diterangkanlah bahwa ia datang ingin mengurus akta kematian anaknya. Mendengar alasan Yaidah itu, hampir petugas di sana kebingungan, karena seharusnya ia cukup mengurusnya di Dispendukcapil Surabaya saja.

"Kaget semua para penjaganya itu. Kok ngurusnya ke sini, ngurusnya ya di sana (Surabaya). Saya dengan polosnya jawab tanda petiknya nunggu dari Kemendagri pusat, gak bisa diakses. Terus ini gimana, saya sudah sampai sini," cerita Yaidah.

Selanjutnya
Halaman
1 2