Dirjen Minta Dukcapil Daerah Tingkatkan Layanan Dokumen Kependudukan

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 22:03 WIB
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh.
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh meminta setiap Dinas Dukcapil di daerah bisa menerapkan layanan terintegrasi. Bila di satu daerah mampu melayani secara terintegrasi, misalnya, minta satu dokumen dapat 6 dokumen (6 in 1), daerah lain pun mesti berupaya menerapkan pencapaian kinerja yang sama.

Zudan mendorong setiap Dinas Dukcapil tidak bersikap seperti 'katak dalam tempurung'. Ia meminta tiap daerah berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya menjadi lebih cepat.

"Merasa sudah bagus padahal hanya lingkup lokal saja. Lihatlah daerah lain yang lebih berhasil. Dinas Dukcapil Provinsi DKI itu targetnya satu jam selesai untuk layanan dokumen kependudukan," kata Zudan dalam keterangannya dalam Rapat Koordinasi Ditjen Dukcapil dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor bersama Perangkat Kecamatan, Kamis (22/10/2020).

Adapun yang dimaksud layanan terintegrasi 6 in 1, contohnya, ketika ada pasangan yang baru menikah meminta layanan akta perkawinan nonnuslim dan pecah kartu keluarga (KK) dari orang tuanya, pasangan tersebut bukan cuma mendapat akta perkawinan, tapi juga mendapatkan dua e-KTP suami-istri dengan status menikah.

Selanjutnya terbit tiga KK, masing-masing KK-nya sendiri serta KK baru untuk orang tua pihak suami dan KK untuk mertua pihak suami karena istrinya pindah KK. Daerah yang sudah menerapkan layanan terintegrasi 6 in 1 itu salah satunya adalah Dinas Dukcapil Kota Surabaya.

Selain itu, Zudan meminta pegawai Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor hingga UPTD Kecamatan melayani dengan baik. Ia meminta warga diberi pelayanan prima dan menerapkan etika birokrasi yang santun.

"Kalau ada warga yang bertanya jawablah yang sopan karena bahasa menunjukkan bangsa. Jaga kualitas komunikasi, ramah dalam memberikan pelayanan, beri senyum dan sapa, jawab dengan baik bila ada pertanyaan masyarakat lewat WhatsApp," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2