Demo Omnibus Law di Banyuwangi, Pedemo Diajak Makan Nasi Kotak

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 17:13 WIB
demo omnibus law di banyuwangi
Pedemo omnibus law makan nasi kotak (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Aksi tolak Omnibus Law lanjutan di Banyuwangi kembali digelar. Tidak seperti sebelumnya, aksi massa berlangsung kondusif. Bahkan, pedemo diberi makan nasi kotak oleh petugas yang berjaga di DPRD Banyuwangi.

Aksi ini berbeda dengan aksi sebelumnya, Kamis (22/10/2020), yang berakhir ricuh. Untuk aksi kali ini lebih kondusif dan aspirasi pun tersampaikan dengan baik. Dalam aksi kali ini, massa hanya memusatkan konsentrasinya di depan gedung DPRD.

Massa hanya membawa poster penolakan UU Cipta Kerja dan melakukan orasi. Tidak ada aksi bakar ban dan pelemparan batu atau pengrusakan seperti aksi sebelumnya.

"Kami minta DPRD untuk mengirimkan aspirasi penolakan kami ke DPR RI. Kami tolak Omnibus Law titik, tidak ada negosiasi," ujar orator, Senin (26/10/2020).

demo omnibus law di banyuwangiFoto: Ardian Fanani

Untuk peserta aksi, masih diikuti oleh sejumlah aktivis organisasi pergerakan mahasiswa dan pelajar. Bedanya, demo kali ini tidak lagi ada fenomena pria bertato yang mirip preman seperti terlibat dalam dua aksi sebelumnya.

Bahkan massa menerima kotakan nasi dari polisi. Mereka pun berebut mengambil nasi yang sudah disediakan polisi.

Aksi pun berlangsung singkat. Hanya sekitar 1 jam saja. Sebagian massa, memutuskan menarik diri. Namun demikian, beberapa perwakilan mahasiswa dipersilakan masuk di gedung DPRD Banyuwangi untuk secara langsung menyalurkan aspirasinya.

Polisi yang bertugas melakukan pengamanan pun sudah siap dilokasi. Untuk mengantisipasi kericuhan, sejumlah tindakan preventif pun juga dilakukan. Dari menyisir setiap peserta aksi yang dicurigai membawa petasan atau batu. Hingga memulangkan pelajar di bawah umur yang ikut terlibat aksi.

Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara mengatakan perwakilan pedemo memberikan berkas terkait penolakan omnibus law. Berkas tersebut nantinya akan dikirim ke DPR RI.

"Tentu aspirasi masyarakat terkait penolakan ini akan kami kirim ke DPR RI," tambahnya.

Pihaknya mengapresiasi aksi demo yang berlangsung damai ini. Pihaknya berharap kegiatan aksi demo selanjutnya tidak ada tindakan anarkis dan perusakan.

"Kami harap semua bisa mengendalikan emosi. Silahkan ungkapkan aspirasi asal tak merusak," pungkasnya.

(iwd/iwd)