Haru Tangis Saat Pedemo Dijemput Ortunya di Polresta Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 16:59 WIB
demo omnibus law di banyuwangi
Salah satu pedemo saat dijemput ibunya (Foto: Ardian Fanani)

Arman juga meminta pedemo dan orangtua untuk menandatangani komitmen agar tak lagi melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat. Apalagi merusak fasilitas umum dn negara.

"Kami minta orangtua melakukan pengawasan. Kita beri hak yang sudah cukup umur melakukan demo. Tapi untuk pelajar jangan dulu. Apalagi sampai anarkis. Mereka ini yang dimanfaatkan melakukan aksi anarkis," tambahnya.

Dari keseluruhan demonstran tolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law lanjutan di Banyuwangi yang dipulangkan ini, polisi juga memberikan sosialisasi dan bingkisan berisi masker, vitamin, serta sanitizer.

"Kami juga minta mereka tetap menjalankan protokol kesehatan. Kita juga masih menunggu swab yang sudah kita lakukan tadi," pungkasnya.

Aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law di DPRD Banyuwangi berakhir ricuh. Massa melempari petugas yang melakukan pengamanan dengan batu dan botol mineral.

Tidak hanya itu, massa juga merangsek masuk ke dalam gedung setelah merobohkan pintu pagar besi Gedung DPRD Banyuwangi. Kericuhan pun tidak terhindarkan. Massa seketika berhamburan saat polisi menghalau massa yang berusaha masuk ke dalam gedung DPRD Banyuwangi. Polisi langsung bertindak tegas dengan menembakkan water canon dan gas air mata untuk memukul mundur massa.

Melihat kondisi tak terkendali, petugas dengan sigap langsung mengamankan sejumlah pendemo yang diduga menjadi provokator kericuhan untuk didata.


(iwd/iwd)