Ubaya Bantu Petani Buat Inovasi dari Ashitaba Saat Pandemi COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:11 WIB
Universitas Surabaya (Ubaya) membantu serikat tani di Desa Selotapak, Trawas, Mojokerto menciptakan produk unggulan daerah. Yaitu ashitaba, atau yang biasa disebut seledri Jepang untuk memperkuat pasar domestik di masa pandemi COVID-19.
Ashitaba Leaves Tea/Foto: Istimewa
Surabaya -

Universitas Surabaya (Ubaya) membantu serikat tani di Desa Selotapak, Trawas, Mojokerto menciptakan produk unggulan daerah. Yaitu ashitaba, atau yang biasa disebut seledri Jepang untuk memperkuat pasar domestik di masa pandemi COVID-19.

Di pasar ekspor, daerah itu menjadi supplier berbagai negara. Seperti Filipina, Amerika Serikat, Jepang hingga Korea.

"Tahun ini karena adanya wabah pandemi COVID-19, maka kegiatan ekspor terpaksa berhenti dan tidak memungkinkan untuk dilakukan. Akhirnya kami berfokus dalam penguatan pasar domestik, dan membantu meningkatkan konsumsi pangan lokal dengan menciptakan inovasi produk dari ashitaba," kata Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya, Prita Ayu Kusumawardhany, Jumat (23/10/2020).

Prita mengatakan, pasar domestik cenderung tidak membutuhkan bahan baku. Tetapi hasil olahan produk yang bisa dikonsumsi secara langsung. Tanaman ashitaba ini memiliki potensi cukup besar dan hasil yang baik untuk dikembangkan menjadi sebuah produk.

"Pada tahun pertama, kami memastikan seluruh kebutuhan petani, baik dari segi kualitas tanaman hingga kuantitas produksi yang memadahi, melalui pengadaan mesin tepat guna. Kami juga telah membuat produk Ashitaba Leaves Tea dan keripik yang sudah dipasarkan hingga mancanegara. Produk Ashitaba Leaves Tea sudah terverifikasi halal," jelasnya.

Prita bersama tim pun menciptakan beberapa inovasi produk ashitaba yang dapat diproduksi, dan dipasarkan oleh serikat tani Desa Selotapak. Seperti permen kunyah (soft candy), kombucha, water kefir dan tablet effervescent.

Khasiat dari tanaman ashitaba dapat mengobati beberapa penyakit. Seperti mencegah kolesterol, darah tinggi, tumor, dan jantung. Dosen Fakultas Teknobiologi Ubaya sekaligus anggota tim Ardhia Deasy Rosita Dewi menyampaikan, tanaman ashitaba memiliki antioksidan tinggi, karena mengandung senyawa flavonoid yang mampu mengurangi peradangan dalam tubuh.

Selain itu, ashitaba juga cocok dikonsumsi saat pandemi COVID-19, untuk mengurangi risiko komorbid dan meningkatkan imunitas tubuh. Ashitaba juga baik bagi tubuh karena mengandung vitamin, mineral yang tinggi, kaya serat dan antibakteri.

"Ashitaba mengandung antibakteri dan menjadi pilihan tepat jika mengolahnya menjadi produk permen kunyah. Sehingga berkhasiat dalam mengurangi bakteri yang ada di dalam rongga mulut," pungkasnya.

(sun/bdh)