Remaja di Kediri Tewas Tersambar Petir Persis di Belakang Orang Tuanya

Andhika Dwi - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 00:16 WIB
Seorang pelajar di Kediri tewas tersambar petir. Ia tersambar saat melintas di perkebunan tebu bersama ibu dan ayahnya.
Petugas di rumah remaja yang tewas tersambar petir (Foto: dok. Istimewa)
Kediri -

Seorang remaja di Kediri tewas tersambar petir. Ia tersambar saat melintas di perkebunan tebu bersama ibu dan ayahnya.

Korban adalah Alfin Hikami (16). Ia putra pasangan Romadhoni (55) dan Binti Mudafiah (46), warga Dusun Ngadirejo, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Peristiwa berujung duka itu terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras mengguyur Ngadirejo dan sekitarnya. Mereka bertiga menempuh perjalanan bersama-sama dengan menggunakan sepeda angin dan sepeda motor.

Sang ibu naik sepeda angin paling depan. Kemudian sang ayah berada di baris kedua mengendarai sepeda motor. Sedangkan korban paling belakang mengendarai sepeda angin.

"Kondisi saat itu hujan lebat," ucap Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi, Rabu (21/10/2020).

Mendengar suara petir dan khawatir dengan anaknya yang berada di belakang, pasutri itu menoleh. Keduanya terkejut saat melihat kondisi anaknya sudah tergeletak di tanah dengan luka bakar.

Iwan menambahkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kondisi jasad korban. Di tubuh korban ditemukan bekas luka bakar dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

"Iya benar, kejadian sore tadi saat hujan lebat, dan kami telah melakukan pemeriksaan jasad oleh tenaga medis dan Polsek Ngadiluwih. Di tubuh korban ditemukan bekas luka bakar dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," pungkas Iwan.

(sun/bdh)