Lamongan Sudah Berstatus Zona Kuning Sejak Dua Hari Lalu

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 18:14 WIB
covid-19 di lamongan
Update COVID-19 Lamongan (Foto: Tangkapan layar)
Lamongan -

Lamongan menjadi satu dari 19 Kabupaten/Kota yang berstatus zona kuning penyebaran COVID-19. Status zona kuning ini berarti Lamongan memiliki risiko rendah dalam penyebaran COVID-19.

Kabag Prokopim Lamongan Arif Bachtiar membenarkan jika Lamongan sudah menjadi zona kuning sejak 2 hari lalu. Zona kuning, menurut Arif, memiliki arti jika Lamongan memiliki resiko rendah penyebaran COVID-19.

"Iya, zona kuning sejak 2 hari lalu," kata Arif saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (21/10/2020).

Dikatakan Arif, data resmi dari Dinkes Lamongan menyebutkan di Lamongan saat ini ada sebanyak 52.926 orang berstatus Pelaku Perjalanan, 2243 Orang berstatus Kontak Erat, 1370 Orang berstatus Suspek, 55 Orang berstatus Probable dan 758 terkonfirmasi positif COVID-19.

"Mari kita taati peraturan pemerintah untuk melakukan jaga jarak fisik dan sosial dan tetap memakai masker jika keluar rumah," ajak Arif seraya meminta masyarakat untuk tetap waspada.

Bupati Lamongan Fadeli juga mengaku bersyukur karena Lamongan beberapa hari ini sudah berada di zona kuning. Fadeli menyebut, Lamongan beberapa waktu lalu sudah sempat menjadi zona kuning kemudian oranye dan sekarang kuning lagi.

"Alhamdulillah saat ini Lamongan sudah masuk zona kuning, sudah beberapa hari ini. Kita sudah pernah menjadi zona kuning beberapa hari lalu, kemudian jadi oranye lagi, agak lama. Dan minggu ini kita masuk pada zona kuning," kata Fadeli.

Sebagai ketua Satgas COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Lamongan, lanjut Fadeli, pihaknya bersama Polri dan TNI tetap terus bersinergi dan bekerja keras agar Lamongan bisa semakin cepat menuju zona hijau.

"Semua bersinergi dan bekerja keras bagaimana agar cepat menuju hijau. Begitu juga dari sisi ekonomi, bisa bangkit kembali dimana salah satunya yaitu dengan menggelar job market fair ini dan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap UMKM di Lamongan," pungkas Fadeli.

(iwd/iwd)