Separuh Daerah di Jatim Kini Berstatus Zona Kuning

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 21:40 WIB
covid-19 di jatim
Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Sebanyak 19 Kabupaten dan Kota atau 50% dari total keseluruhan wilayah Jawa Timur dinyatakan berstatus zona kuning. Artinya, setengah daerah di Jatim disebut memiliki risiko rendah dalam penyebaran COVID-19.

Status ini ditetapkan Satuan Gugus Tugas COVID-19 Nasional pada Selasa (20/10) sore. Hal ini berdasarkan hitungan epidemiologis dengan 15 indikator, yang meliputi kenaikan kasus, jumlah tes, tingkat kesembuhan, jumlah kematian maupun kapasitas rumah sakit.

"Artinya, saat ini 50 persen lagi wilayah Jatim yang berstatus zona oranye per hari ini. Sebelumnya, dua pekan lalu Jatim berhasil keluar dari status zona merah penyebaran COVID-19. Alhamdulillah, ini kabar yang sangat menggembirakan dan patut disyukuri," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (20/10/2020).

Khofifah mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan kerja sama yang baik antara seluruh masyarakat Jatim dengan seluruh elemen.

Tak lupa, Khofifah mengucapkan terima kasih pada Forkopimda Jatim, para tenaga kesehatan, Pemerintah Kota atau Kabupaten dan Forkopimda di seluruh jajaran, TNI dan Polri hingga awak media kampus dan semua elemen yang telah berjuang keras memutus mata rantai COVID-19.

Selain itu, Khofifah juga menyebut tingkat positivity rate di Jatim juga kian meningkat. Hal ini memperlihatkan hasil yang bagus ke depannya.

"Tidak hanya zona kuning, tingkat positivity rate di Jatim juga menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Minggu ini, Positivity Rate di Jawa Timur tercatat 7 persen di mana standar WHO adalah 5 persen. Artinya jumlah testing yang dilakukan semakin naik dan hanya 7 persen dari yang dites merupakan kasus positif. Harapan kita ke depan terus membaik lagi," imbuhnya.

Penurunan kasus ini tak lepas dari sejak dimulainya operasi yustisi tanggal 14 September 2020. Khofifah menyebut tercatat ada 2.040.742 teguran yang dilakukan para masyarakat pelanggar protokol kesehatan. Rinciannya, teguran lisan sebanyak 1.613.218 kali dan teguran tertulis ada 427.461 kali.

Selanjutnya
Halaman
1 2