Mural di Sudut Kota Surabaya Ajak Warga Terapkan Protokol Kesehatan

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 08:39 WIB
mural protokol kesehatan
Mural protokol kesehatan yang ada di Jalan Ketabang Kali (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Pemkot Surabaya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya lewat karya mural seperti yang ada di viaduk sepanjang Jalan Ketabang Kali.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan ide kreatifitas mural ini dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Mural tersebut bertuliskan 'ojok diplorot maskermu, lawan COVID-19, pakai masker' dan lainnya.

"Ide ini dari bu wali kota (Risma) untuk sudut-sudut kota kalau bisa diberikan hiasan mural dari pada kena vandalisme kata-kata tidak pantas, sehingga estetika kota semakin indah. Kita harus sosialisasi masif, karena vaksin terbaik perubahan perilaku individu, keluarga, lingkungan dan tempat kerja," kata Irvan, Selasa (19/10/2020).

Ide sosisalisasi lewat mural ini juga melihat dari perlakuan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, seperti masker. Sebab, masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dengan benar.

mural protokol kesehatanFoto: Esti Widiyana

"Perilaku masyarakat sebetulnya kalau pakai masker tidak boleh diplorot, edukasinya harus dicopot, ketika mau makan, minum, merokok. Kalau dilorot takutnya di leher ada virus atau bakteri yang menempel," jelasnya.

Sementara untuk kalimat yang dituliskan berasalkan dari ide pemkot. Bahasa yang digunakan pun disesuaikan warga, yaitu 'Suroboyoan'.

Dalam pembuatan gambar protokol kesehatan ini, pemkot menggandeng komunitas mural Budal Isuk Moleh Sakarepe (BIMS). Kini, lukisan mural itu sudah ada di dua tempat, yaitu Lapangan TOR dan viaduk Ketabang Kali.

"Rencananya nanti underpass Jalan Mayjend Sungkono dan Jembatan Layang Wonokromo. Semuanya tema sosialisasi. Kita harus sosialaisasi terus menerus. Ketika dilihat, orang akan memahami protokol kesehatanya, memakai masker cuci tangan menjaga jarak," jelasnya.

Koordinator BIMS, Luqman Hidayat (36) merasa bangga ketika melukis mural bertema protokol kesehatan. Sebab, lewat gambarnya masyarakat akan lebih sadar akan disiplin untuk kesehatan sesama.

"Pengerjaannya sendiri kalau dihitung 8 jam sehari dan selesai 2 hari dilakukan 7 orang. Kesulitannya di wajah Pak Yunus (Camat Sawahan sebagai icon)," pungkasnya.

(iwd/iwd)