1.000 Buku Buah Karya Guru Surabaya Akan Diterbitkan di Hari Guru Nasional

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 12:34 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo
Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Dispendik Surabaya tengah mematangkan penerbitan 1.000 buku karya para guru di Surabaya. Rencananya, ribuan buku itu akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Guru Nasional pada 25 November 2020.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo mengatakan program Satu Sekolah Satu Buku (Sasek Sabu) ini merupakan karya tulis para guru mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP se-Surabaya. Pengawas dan penilik sekolah juga turut membuat karya tulis.

"Pengawas, penilik, dan kepala sekolah juga termasuk guru. Mereka adalah guru yang diberi tugas tambahan. Para guru ini bisa menuliskan pengalaman yang sudah dilalui," kata Supomo, Senin (19/10/2020).

Program ini sengaja dibuat untuk terus mengasah kreativitas para guru meskipun di masa pandemi COVID-19. Karya tulis guru ini pun mendapat respons baik.

"Sudah ada beberapa sekolah yang mengumpulkan buku dari karya para guru ini. Temanya bermacam-macam, sesuai dengan keahlian masing-masing guru," kata Supomo.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik Surabaya Mamik Suparmi menambahkan karya buku bermacam-macam mulai dari antologi atau kumpulan tulisan, kumpulan esai, kumpulan artikel, hasil karya tulis ilmiah (KTI), hingga karya inovasi guru.

"Satu buku minimal 60 halaman. Itu di luar cover, daftar isi, kata pengantar, serta daftar pustaka," kata Mamik.

Sebelum mengumpulkan buku, para guru harus mendaftarkan diri secara online disertai mengunggah file buku dalam bentuk PDF. Surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) dari kepala sekolah masing-masing juga diunggah.

"Jadi, kepala sekolah harus memastikan terlebih dahulu bahwa buku yang akan dikirim itu telah terbebas dari unsur SARA, kekerasan, politik, kata dan gambar tidak sopan, serta unsur-unsur provokatif," jelasnya.

Buku-buku dalam bentuk PDF tersebut nantinya akan diunggah ke dalam perpustakaan milik Dispendik Surabaya. Maka, buku tersebut dapat diakses oleh guru-guru dari daerah lain agar bisa terinspirasi.

"Batas akhir pengumpulan buku itu sampai 6 November 2020. Bagi sekolah yang sudah cetak buku, bisa mengirim buku ke korwil kecamatan masing-masing dan mengisi link yang sudah kami siapkan," pungkas Mamik.

(iwd/iwd)