Warga Kota Pasuruan Ogah Jadi Pengawas dan Petugas TPS Karena Takut Rapid Test

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 19:52 WIB
Bawaslu dan KPU Kota Pasuruan kesulitan mencari pengawas dan pelaksana pemilihan tingkat TPS. Banyak masyarakat enggan mendaftarkan diri karena wajib rapid test COVID-19.
Bawaslu dan KPU Kota Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan -

Bawaslu dan KPU Kota Pasuruan kesulitan mencari pengawas dan pelaksana pemilihan tingkat TPS. Banyak masyarakat enggan mendaftarkan diri karena wajib rapid test COVID-19.

Bawaslu sampai hari ini kekurangan sekitar 80 petugas pengawas. Masa pendaftaran pun akhirnya diperpanjang hingga 4 hari ke depan.

"Ada kekurangan 80-an untuk petugas pengawas di TPS. Kesulitan rata-rata masyarakat yang mau mendaftar takut di-rapid test Corona. Kalau di-rapid itu kan kalau reaktif kan konsekuensinya banyak. Bisa di rumah singgah, bisa isolasi mandiri, swab juga kalau ada gejala. Hampir semuanya rata-rata karena itu," kata Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Moch Anas, Jumat (16/10/2020).

Anas mengatakan, kekurangan 80 pengawas TPS tersebut di Kecamatan Purworejo. Untuk tiga kecamatan lainnya, Bugulkidul, Gadingrejo dan Panggungrejo sudah terpenuhi.

"Satu TPS sebenarnya butuh satu pengawas, sudah terisi semuanya. Tapi karena di juknis harus dua kali kebutuhan, ada satu orang dan satu cadangan," terang Anas.

Selanjutnya
Halaman
1 2