Bawaslu Temukan 13 Pelanggaran Prokes di Kampanye Pilbup Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 17:30 WIB
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fahrudin Asyat
Ketua Bawaslu Aris Fahrudin (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Paslon bupati-wabup peserta Pilbup Mojokerto kerap mengabaikan protokol kesehatan saat berkampanye di tengah pandemi COVID-19. Terbukti, Bawaslu setempat menemukan 13 kali pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan paslon hanya dalam kurun waktu 9-14 Oktober 2020.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Aris Fahrudin Asy'at mengatakan, setiap paslon bupati-wabup dan tim kampanye wajib mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Ketentuan kampanye di tengah wabah virus Corona telah diatur dalam PKPU No 13 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas PKPU No 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-Alam COVID-19.

Pasal 58 ayat (2) PKPU tersebut mengatur beberapa ketentuan untuk kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog. Antara lain kampanye dilaksanakan di dalam ruangan atau gedung, membatasi jumlah peserta secara keseluruhan paling banyak 50 orang dan memperhitungkan jaga jarak paling kurang 1 meter antar peserta kampanye.

Juga wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, menyediakan sarana sanitasi yang memadai di tempat kampanye berupa fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer, serta wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan COVID-19 yang ditetapkan Pemda.

Ketentuan kampanye di tengah pandemi COVID-19 juga diatur dalam pasal 88E ayat (1) PKPU tersebut. Yakni partai politik atau gabungan parpol, paslon dan atau tim kampanye dilarang mengikutsertakan balita, anak-anak, ibu hamil atau menyusui dan lansia dalam kegiatan kampanye yang dilakukan melalui tatap muka secara langsung.

Selanjutnya
Halaman
1 2