Pembelaan Simpatisan Putih yang Dipolisikan Tim Ikbar soal Video Tumpukan Uang

Enggran Eko Budianto, Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 13:22 WIB
Kuasa hukum Ikbar menunjukkan bukti komentar negatif di medsos terkait postingan Boga
Kuasa hukum Ikbar tunjukkan bukti (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Simpatisan paslon Bupati-Wabup Pungkasiadi-Titik Masudah (Putih) diadukan ke Polda Jatim oleh tim pemenangan pasangan Ikfina Fahmawati-Muhammad Albarraa (Ikbar) terkait video tumpukan uang. Dia menyebut video tumpukan uang di dalam mobil tim sukses Ikbar tersebut justru pertama kali disebar simpatisan Ikbar sendiri ke grup WhatsApp.

Yakni Boga Septon Kurniawan, simpatisan pasangan Putih yang diadukan ke Ditreskrimsus Polda Jatim oleh tim pemenangan Ikbar, Senin (12/10). Mantan Kepala Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ini diduga menyebarkan berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian karena mengunggah video yang dianggap merugikan pasangan Ikbar ke medsos.

Boga mengaku mendapatkan video tumpukan uang di dalam mobil Daihatsu Xenia nopol S 1012 SC milik Najib Alfalaq dari grup WhatsApp Merah Delima pada 1 Oktober 2020 tengah malam. Merah Delima merupakan grup yang berisi para relawan dan simpatisan dari tiga paslon kontestan Pilbup Mojokerto 2020. Najib sebagai pemilik mobil, saat ini menjabat Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto sekaligus Wakil Sekretaris tim pemenangan Ikbar.

"Video uang berserakan di dalam mobil tim sukses Ikbar diposting mantan Kades Sidorejo, Kecamatan Jetis di grup WhatsApp Merah Delima. Menurut gambar-gambar yang saya simpan, yang bersangkutan ini memang simpatisannya Ikbar. Jejak digital ada kok, tidak saya hapus, masih utuh," kata Boga saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (16/10/2020).

Setelah mendapatkan video tumpukan uang tersebut, Boga lantas mencari video di Facebook. Dia menemukan video yang merekam momen Cawabup Barraa menuliskan sesuatu ke mobil yang sama. Menurut dia, video yang direkam di guest house Institut KH Abdul Chalim, Kecamatan Pacet pada 24 September tersebut diunggah mantan Kades Tambakagung, Kecamatan Puri. Pria 42 tahun ini lantas menggabungkan dua video tersebut dan mengunggahnya ke Tiktok.

"Saya ambil berupa tangkapan layar ada background Facebooknya. Itu memang jauh sebelum kejadian mobil berisi uang berserakan beredar. Hanya saja objeknya mobil yang sama. Kemudian saya posting di Tiktok pakai akun saya sendiri. Itu jelas video berbeda, tampilan latar belakangnya berbeda. Saya jadikan satu karena ini objek yang sama, yaitu mobil tim sukses Ikbar. Di Tiktok saya tulisi 'Salah satu paslon peserta Pilkada Mojokerto', masih ada, tidak saya hapus. Setelah di Tiktok, saya kirim ke grup Merah Delima jam 2 malam," terangnya.

Boga mengaku sempat diklarifikasi oleh Barraa setelah mengunggah video dari Tiktok ke grup WhatsApp Merah Delima. Karena dia dianggap mengaitkan dua video dengan momen berbeda. Sehingga menimbulkan kesan negatif bagi pasangan Ikbar.

Selanjutnya
Halaman
1 2