Pandemi COVID-19, Warga Lamongan Manfaatkan Daun Kelor Jadi 9 Olahan Makanan

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 08:04 WIB
Ibu-Ibu Lamongan Ini Olah Kelor Jadi 9 Olahan Makanan
Daun kelor diolah jadi makanan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Di tengah pandemi COVID-19, sejumlah ibu-ibu di salah satu desa Lamongan berinovasi memanfaatkan daun kelor. Selain bisa menambah dapur tetap mengepul, olahan dari tanaman yang memiliki nama latin Moringa Oleifera menambah nilai tambah tanaman itu sendiri.

Ya, ibu-ibu dari Desa Konang, Kecamatan Glagah, ini mengolah daun kelor menjadi beragam makanan ringan nan kaya gizi. Tak tanggung-tanggung, ibu-ibuini mengembangkan 9 ragam makanan berbahan dasar daunn kelor. "Kelor ini adalah tanaman yang berkhasiat untuk meningkatkan imunitas tubuh karena mengandung Kalsium tinggi dan Vitamin C," kata Sri Wahyuni, instruktur pelatihan produk olahan daun kelor, Kamis (15/10/2020).

Inovasi dengan membuat olahan daun kelor menjadi 9 macam olahan ini, menurut Yuni, berawal dari melimpahnya pohon kelor di desa mereka. Namun hanya dimanfaatkan warga untuk sayuran. Warga mulai melirik daun kelor saat pandemi COVID-19 dan mulai mengolahnya menjadi olahan makanan ringan.

"Biasanya warga hanya mengolah tanaman kelor menjadi sayuran. Seiring banyaknya manfaat yang dikandung, warga pun bersama-sama memanfaatkan kelor untuk diolah agar memiliki nilai tambah," ujar Yuni.

Bahkan olahan berbahan dasar daun kelor tercipta 9 macam olahan. Ke-9 olahan kelor warga tersebut mulai dari kue hingga permen. "Ada 9 macam olahan yang bisa dikreasikan dari tanaman kelor ini mulai dari pie kelor, mie kelor kering, mie kelor basah, lumpur kelor, krupuk kelor, biskuit kelor, puding kelor, ekstrak celup kelor, permen kelor dan stik kelor," ujar Yuni.

Selanjutnya
Halaman
1 2