Peretas Situs KPU Jember Ngaku Telah Retas 400 Website

Peretas Situs KPU Jember Ngaku Telah Retas 400 Website

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 15:05 WIB
Dua pelaku peretasan website KPU Jember tertangkap. Salah satunya masih berstatus pelajar SMP atau masih di bawah umur.
Dua peretas situs KPU Jember diamankan (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Polisi menangkap dua peretas situs KPU Jember. Keduanya mengaku telah meretas lebih dari 400 situs. Bahkan, situs milik pemerintahan di wilayah Sumatera Selatan juga pernah diretas.

"Pelaku menurut keterangannya sudah melakukan peretasan beberapa website, ada 400 website termasuk website pemerintahan di Sumsel yang diretas," kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (13/9/2020).

Kedua tersangka ini yakni David A (23), warga Tanjung Raya, Kecamatan Wonokromo, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan dan ZFR (14) warga Kampung Cibaru Desa Tambang Ayam, Anyar, Serang, Banten. Gidion menyebut keduanya tergabung dalam komunitas Palembang Cyber Team.

"Dia punya komunitas, dunia pembelajaran apapun di situ. Dia punya komunitas Palembang Cyber Team. Anak-anak muda punya komunitas itu, saling memotivasi, saling sharing ilmu," imbuhnya.

Gidion menambahkan dua tersangka ini tidak pernah bertemu secara langsung, karena berada di dua wilayah berbeda. Namun, keduanya sering berinteraksi melalui sosmed.

Selain itu, Gidion menegaskan motif yang dilakukan dua pelaku ini murni kejahatan dan motif ekonomi, karena menjual situs web yang diretas seharga Rp 20 ribu. Gidion menyebut tak memiliki kepentingan politik dan hanya ingin eksis saja.

"Kita lakukan penahanan kepada DA, karena pelaku ZFR masih di bawah umur. Saya mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial, saya harap masyarakat bisa menggunakan ruang cyber lebih konstruktif untuk membangun peradaban baru di Indonesia," harap Gidion.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni dua handphone, satu laptop dan satu router yang digunakan pelaku.

Sementara itu, pelaku disangkakan melanggar pasal 32 ayat (1) dan atau pasal 33 jo pasal 48 ayat (1) Jo pasal 49 UU no 1 tahun 2008 tentang ITE Jo Undang-undang no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no 11 tahun 2008 tentang ITE. (hil/iwd)