Pelajar dan Dukun Santet Ikut Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 20:30 WIB
Pelajar dan Dukun Santet Ikut Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Banyuwangi
Demo di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Untuk diketahui, pada hari Senin (12/10/2020) hari ini, ribuan mahasiswa menggelar demo menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Banyuwangi. Demo ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam.

Selama demo, tidak ada kericuhan atau perusakan fasilitas umum yang terjadi. Massa hanya membakar ban dan melemparkan air dan botol mineral sebagai bentuk luapan emosi.

Melalui sejumlah tulisan poster dan orasi-orasi, demonstran menyuarakan keinginannya. Yakni, menolak UU Cipta Kerja dan mendorong Presiden RI untuk segera melakukan judicial review.

Mahasiswa juga mengancam, apabila keinginan ini tidak dipenuhi, mereka akan menggelar aksi serupa dengan massa yang jauh lebih besar.

"Kami minta DPRD Banyuwangi jangan hanya diam, duduk manis dan menikmati dinginnya AC. Tolong pikiran rakyat. Nasib kami. Kami minta agar pemerintah segera menghapus UU Omnibus Law ini," teriak massa yang demo menolak UU Cipta Kerja di Banyuwangi.

Ribuan massa hanya berorasi dan memadati jalan di depan gedungDPRDBanyuwangi tanpa melakukan tindakan anarkis seperti aksi di daerah lain.

"Karena adik mahasiswa ini merupakan rekan kita dalam kegiatan demo. Jadi secara humanis kita juga perlakuan mereka. Alhamdulillah mahasiswa di Banyuwangi ini bisa bertindak cerdas sehingga tidak ada aksi anarkis. Sejak pagi kita sudah terjunkan sebanyak 1.150 personel gabungan," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, usai mengamankan demo tolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Banyuwangi.

Kapolresta menambahkan, polisi membagikan minuman dan rokok kepada pedemo. Tak hanya itu, ada barisan Polwan pembaca Asmaul Husna, untuk meredam emosi para pedemo.


(fat/fat)