Mahasiswa dan Aliansi Masyarakat Tulungagung Bersatu Demo Omnibus Law

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 15:50 WIB
Ribuan orang dari dua elemen mahasiswa dan masyarakat demo menolak Omnibus Law di DPRD Tulungagung. Massa elemen masyarakat sempat membakar ban bekas.
Demo tolak Omnibus Law di Tulungagung/Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung -

Ribuan orang dari elemen mahasiswa dan masyarakat demo menolak Omnibus Law di DPRD Tulungagung. Massa elemen masyarakat sempat membakar ban bekas.

Aksi demonstrasi tersebut diawali dengan jalan kaki dari kantor Pemkab Tulungagung menuju depan gedung DPRD di lingkar alun-alun. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi pergerakan, membentangkan spanduk dan poster yang berisi penolakan terhadap Omnibus Law.

Di depan gedung parlemen, para aktivis secara bergantian berorasi dan membacakan puisi yang berisi kritikan kepada pemerintah dan DPR RI. Mahasiswa menilai undang-undang baru tersebut cenderung dipaksakan. Lantaran terdapat sejumlah pasal kontroversial dan berpotensi merugikan kaum buruh maupun pengusaha kecil.

"Secara garis besar Omnibus Law ini lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya," kata salah satu mahasiswa, Mohammad Afifudin, Senin (12/10/2020).

Massa pendemo berharap pemerintah dan DPR mendengarkan aspirasi rakyat. Mahasiswa menilai banyaknya gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa tersebut sebagai bukti adanya ketidakberesan dalam Undang-Undang Ciptaker.