Belum Ada Kenaikan Kasus COVID-19 Usai Demo Omnibus Law di Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 12:31 WIB
Massa buruh dan mahasiswa bergerak dari Bundaran Waru ke Frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Mereka akan menggelar deklarasi tolak Omnibus Law.
Demo omnibus law di Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang terjadi di beberapa daerah di Jatim dikhawatirkan menjadi ajang penularan COVID-19. Satgas COVID-19 Jawa Timur masih memonitor tren kenaikan kasus dalam beberapa hari terakhir.

"Sampai hari ini belum termonitor kenaikan kasus. Masih seperti kemarin rentangnya di angka 300-an kasus," kata Anggota Satgas COVID-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril saat dikonfirmasi detikcom, Senin (12/10/2020).

Menurut perhitungan Pakar Epidemiologi, Jibril menyebut kenaikan kasus karena klaster atau peristiwa tertentu akan muncul setelah seminggu dari awal penyebaran. Semisal aksi dilakukan pada Kamis (8/10), maka kasus akan muncul dan tercatat pada Kamis (15/10).

"Kalau menurut epidemiologi, kemungkinan kenaikan kasus baru akan muncul satu minggu setelah kontak terjadi, karena ada masa inkubasi seminggu," terangnya.

Saat ini Satgas COVID-19 Jatim masih memonitor tren kenaikkan kasus. Demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja sendiri berlangsung selama tiga hari di Jatim. Yakni mulai Selasa (6/10) hingga puncaknya Kamis (8/10).

Kasus COVID-19 di Jatim pasca demonstrasi tolak UU Omnibus Law berada di kisaran angka 300-an kasus. Tercatat pada Jumat (9/10) ada 310 kasus baru. Lalu Sabtu (10/10) ada 310 kasus baru juga dan pada Minggu (11/10) ada 269 kasus baru.

"Kita terus monitor tren kasusnya di Jatim," imbuh Jibril.

Pakar Epidemologi dari Universitas Airlangga, dr Windhu Purnomo mengatakan demo yang dilakukan secara masif di Jatim bisa berdampak pada penularan COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2