Layanan Seks Anak di Bawah Umur Warkop Nganjuk, Berapa Tarifnya?

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 20:14 WIB
pemilik warkop jajakan layanan seks
Jumani, pemilik warkop yang jajakan layanan seks (Foto: Istimewa)
Nganjuk -

Jumani (44) pemilik warung kopi di Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk dibekuk polisi lantaran menjajakan layanan seks. Ada lima PSK, tiga di bawah umur, yang dijajakannya.

Berapa tarif PSK yang dijajakan pelaku? Kepada penyidik, pelaku mengatakan memasang tarif Rp 150 ribu untuk sekali kencan. Pelaku juga menyediakan bilik di belakang warung untuk tempat kencan PSK dan pria hidung belang.

"Tarif Rp 150 ribu sekali kencan pengakuannya," ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas saat dikonfirmasi detikcom Minggu (11/10/2020).

Dari tarif sekali kencan Rp 150 ribu itu, kata Nikolas, Jumani mendapatkan komisi Rp 20 ribu dari kesepakatan bersama. Nikolas menyebut tiga anak di bawah umur tersebut merupakan anak putus sekolah.

"Mereka putus sekolah, SMA rata-rata. Dan saat ini telah mendapat binaan dari PPA dan Dinsos," kata Nikolas.

Nikolas mengatakan saat ini pelaku telah ditahan guna penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan lima PSK masih di dinas Sosial untuk diberikan pembinaan.

"Tersangka kami tahan untuk penyelidikan lebih lanjut. Untuk PSK ada di dinas sosial. Pelaku dikenakan Pasal 12 Jo pasal 2 UU RI No 21 th 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman lebih dari 5 tahun penjara.

Tonton juga 'Sejak 2018, Komunitas 'Hot Space' Sudah 6 Kali Buat Pesta Gay':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)