Beredar Video Tumpukan Uang di Mobil Tim Pemenangan Paslon Pilbup Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 08:51 WIB
Beredar Video Tumpukan Uang di Mobil Tim Pemenangan Paslon Pilbup Mojokerto
Mobil tim pemenangan salah satu paslon penuh uang (Foto: Tangkapan Layar)
Mojokerto -

Video menunjukkan tumpukan uang di dalam mobil beredar melalui WhatsApp. Mobil penuh uang pecahan Rp 100.000 itu milik tim pemenangan salah satu paslon bupati-wabup peserta Pilbup Mojokerto 2020.

Detikcom mendapatkan dua video yang beredar melalui grup WhatsApp. Video pertama berdurasi 58 detik menunjukkan seorang pria mencorat-coret mobil Daihatsu Xenia warna putih menggunakan cat semprot. Bagian depan mobil bernopol S 1012 SC ditulis 'Ikbar Menang'.

Ikbar merupakan akronim dari pasangan Ikfina Fahmawati-Muhammad Albarraa. Ketua Tim Pemenangan Ikbar, Santoso mengatakan pria dalam video tersebut Najib Alfalaq, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto.

Menurut dia, Najib menjabat Wakil Sekretaris di tim pemenangan Ikbar. Demokrat menjadi salah satu partai pengusung pasangan Ikbar di Pilkada Mojokerto 2020.

"Memang (Mobil yang dicorat-coret) biasanya dipakai Najib. Yang dicoret-coret itu lama, sejak pendaftaran (4 September 2020) sudah dicoret-coret. Saya tahu," kata Santoso saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (3/10/2020).

Tonton juga 'Putaran Uang di Pilkada Diprediksi Tembus Rp 26 T':

[Gambas:Video 20detik]

Video kedua juga menunjukkan mobil yang sama. Hanya saja dalam video berdurasi 31 detik ini memperlihatkan tumpukan uang di dalam mobil tersebut. Tumpukan uang pecahan Rp 100.000 berada di atas dashboard mobil. Uang juga berceceran di lantai dan kursi mobil bagian depan maupun belakang.

Dikonfirmasi detikcom terkait video kedua ini, Santoso membenarkan mobil penuh uang tersebut mobil yang biasa dipakai Najib. Namun, pihaknya belum menerima informasi siapa yang meletakkan uang tersebut, uang itu milik siapa, serta apa tujuan membuat video tersebut.

"Tiba-tiba ada video seperti itu di luar konteks kami kampanye. Tanpa sepengetahuan tim pemenangan. Maksudnya apa, poinnya yang ingin disampaikan apa juga belum paham. Karena tidak ada narasinya juga di video itu," terangnya.

Santoso berencana mengklarifikasi Najib hari ini, Minggu (4/10/2020). "Pasti akan kami tanya. Mungkin akan kami rapatkan motifnya apa, biar kami sepaham. Supaya bisa klarifikasi secara menyeluruh kepada semua pihak," tegasnya.

Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Salah satunya terkait praktik politik uang (money politics). Namun, Santoso menampik spekulasi tersebut.

"Tidak ada. Itu di luar koordinasi dengan kami. Mungkin anak-anak iseng saja. Duit apa mas? Kami kan tidak begitu, tak ada politik uang," tandasnya.

(fat/fat)