Ini Kronologi Tukang Bubur di Mojokerto Gorok Bapak dan Ibu Kandungnya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 19:16 WIB
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Adi Muryadi Hermanto (28) tega menggorok bapak dan ibu kandungnya hanya karena dilarang bekerja di luar kota. Akibat perbuatan keji tersangka, pasangan lansia itu menderita luka berat. Seperti apa peristiwa tersebut terjadi?

Adi tinggal hanya bertiga dengan bapak dan ibunya, Yasin (87) dan Muripah (63) di Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan bubur seruntul dan pentol keliling ke kampung-kampung.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, peristiwa tragis di keluarga ini bermula pada Sabtu (26/9) malam. Saat itu Adi mengobrol dengan ibunya di teras rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB. Pemuda lajang ini pamit akan berangkat bekerja di pabrik kayu di Kabupaten Sidoarjo.

"Kemudian ibunya melarang tersangka berangkat karena sudah malam, ibunya menyarankan besok saja berangkatnya," kata Dony saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (29/9/2020).

Setelah berbincang dengan Adi, Muripah masuk ke dalam kamar untuk tidur. Saat itu suaminya sudah tidur lebih dulu karena sedang sakit. Sejurus kemudian, Adi menyusul ibunya tidur di kamar yang sama.

"Tiba-tiba tersangka matanya melotot, dia emosi, dia membenturkan kepala ibunya ke dinding dan menendang ibunya. Dia lalu mengambil pisau di bawah TV," terang Dony.

Tanpa belas kasihan, Adi menggorok Muripah dan Yasin yang sedang tidur. Akibatnya, kedua korban menderita luka parah. Menurut Dony, saat itu korban sempat berteriak-teriak meminta pertolongan.

"Tetangganya mendengar teriakan minta tolong dari korban. Namanya Pak Slamet beserta istrinya masuk ke rumah korban. Saat itu korban sudah digorok sama tersangka," ungkapnya.

Dony menjelaskan, saat itu Slamet berniat menghentikan perbuatan Adi. Namun, Slamet memilih kabur setelah tahu tersangka masih memegang pisau dapur. Slamet lantas meminta bantuan warga yang sebagian besar masih berada di pemakaman Dusun Kuripan. Karena saat itu salah seorang warga setempat meninggal dunia.

"Pak Slamet ini minta bantuan masyarakat dan menghubungi Polsek. Petugas menangkap pelaku dan korban dibawa ke rumah sakit," jelasnya.

Saat warga berdatangan, Yasin dan Muripah tergeletak di tempat tidurnya dengan bersimbah darah. Mereka menyergap tersangka dari arah belakang rumah.

Setelah pelaku diamankan, warga mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit. Beruntung nyawa mereka berhasil diselamatkan. Sementara Adi diserahkan warga ke polisi.

Dony menambahkan, sampai saat ini penyidik meyakini Adi tidak mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga belum diperlukan pemeriksaan psikiater terhadap tersangka.

"Sampai sekarang sih kami belum arahkan ke sana (pemeriksaan kejiwaan tersangka). Apakah perlu atau tidak? Nanti kami cek di proses penyidikan. Sementara ini kami kumpulkan keterangan para saksi, keterangan tersangka dan rekan-rekan tersangka," tandasnya.

(iwd/iwd)