Round-Up

Kisah Haru Pemilik Buaya di Surabaya Saat Peliharaannya 'Direnggut Paksa'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 09:26 WIB
buaya di surabaya
Buaya sepit yang dievakuasi (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Seekor buaya dievakuasi petugas Linmas dari sebuah rumah di Jalan Gresikan, Pacarkeling, Tambaksari, Surabaya. Buaya tersebut merupakan peliharaan warga.

Pemilik buaya adalah M Puji Syaturi (18). Puji tak rela saat buaya peliharaannya tersebut dievakuasi. Bahkan ia sampai menangis.

"Benar, awalnya kami menerima laporan dari masyarakat melalui Command center 112. Dievakuasi karena membuat resah dan mengganggu ketertiban umum," ujar Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widiyanto kepada detikcom, Kamis (24/9/2020).

buaya di surabayaFoto: Istimewa

Butuh waktu 3 jam dan 8 orang untuk mengevakuasi buaya jenis sepit tersebut. Buaya dievakuasi dengan cara menutup mulut buaya dengan isolasi. Lalu mengikat tangan dan kakinya agar buaya tidak berontak.

Muji (35), ibu Puji mengatakan bahwa buaya itu sudah dipelihara anaknya selama 1-2 tahun belakangan ini. Anaknya memang penyayang binatang. Ia juga bergabung dengan komunitas binatang. Sebelumnya, Puji juga pernah memelihara biawak. Dan itu juga tak jadi masalah baik bagi keluarga dan warga.

"Iya ada yang lapor kayaknya, wong selama ini merawat biawak aja nggak apa-apa. Dia juga biasanya memandikan ular bersama komunitas itu aja nggak masalah. Orang kampung juga senang semua, megang-megang berani. Lho sekarang kok dipermasalahkan," ujar perempuan berkerudung tersebut.

Muji mengaku anaknya sempat menangis dan enggan melepas ke petugas. Sebab sejak kecil anaknya telah merawat buaya itu dengan sepenuh hati.

buaya di surabayaFoto: Istimewa

"Iya (sampai menangis). Karena sayang banget, dia takutnya sakit saat dibawa dan dirawat di sana. Takutnya ada apa-apa. Iya sudah jinak," ungkap Muji.

Buaya yang disebut juga senyulong itu akhirnya diserahkan ke BKSDA Jatim. Menurut Irvan berdasarkan keterangan dari dokter BKSDA, kondisi buaya tersebut sehat. Buaya dari Kalimantan itu berusia sekitar 2-3 tahun.

"Karena ini masuk kategori hewan dilindungi. Makanya kami serahkan ke BKSDA Jatim," tandas Irvan.

(iwd/iwd)