Handicraft Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diminati 5 Perusahaan Besar Dunia

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 14:21 WIB
Handicraft yang dibuat warga binaan Lapas Klas IIA Banyuwangi diekspor ke berbagai negara. Tiga perusahaan besar di Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat siap menampung hasil olah tangan mereka.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Handicraft yang dibuat warga binaan Lapas Klas IIA Banyuwangi diekspor ke berbagai negara. Lima perusahaan besar di Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat siap menampung hasil olah tangan mereka.

"Ada 35 persen handicraft yang kita ekspor ke 3 negara. Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang dari Lapas Banyuwangi. Kita terus melakukan kerja sama dengan lapas untuk memenuhi kuota ekspor ke 3 negara itu," ujar Bambang Hariyono, pemilik Oesing Craft Banyuwangi usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Banyuwangi dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian (Disnaker trans), Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi dan Oesing Craft, Kamis (24/9/2020).

Kerajinan tangan para warga binaan ini diminati 5 perusahaan besar di 3 negara itu. Mitsubishi dan Kowabo di Jepang, Daiso dan Asung di Korea Selatan serta Lennox di Amerika Serikat. Mereka tertarik berbagai peralatan makan dan perabotan berbahan kayu dan natural.

Bambang mengaku, masa pandemi ini menjadi start awal untuk menambah kapasitas ekspor. Sebab, saat ini COVID-19 membuat banyak negara memulai awal untuk melakukan penetrasi ekspor ke beberapa negara.

"Saat pandemi ini menjadi start awal sebenarnya bagi negara untuk melakukan penetrasi ekspor. Makanya kita dorong ini untuk peningkatan. Kita sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan besar di 3 negara itu," imbuhnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian (Disnaker Trans) Banyuwangi, Alam Suderajat, menyambut baik adanya peningkatan kapasitas ekspor barang kerajinan tangan dari warga binaan Lapas Banyuwangi. Hal ini berdampak positif terhadap pembangunan SDM warga binaan. Diharapkan setelah mereka menjalani hukuman, mereka punya keahlian.

Selanjutnya
Halaman
1 2